Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Ondel-Ondel: Dari Mengusir Makhluk Halus hingga Jadi Pengamen Jalanan

Badriyanto , Jurnalis-Sabtu, 01 September 2018 |10:05 WIB
Kisah Ondel-Ondel: Dari Mengusir Makhluk Halus hingga Jadi Pengamen Jalanan
Ondel-ondel. (Foto: Badriyanto/Okezone)
A
A
A

Kegunaan ondel-ondel yang dahulu untuk mengusir roh jahat di kampung-kampung warga kini juga bergeser. Sebagai ikon DKI Jakarta, ondel-ondel kini banyak ditempatkan di dekat pintu sebagai penyambut tamu, baik untuk acara resmi maupun pesta dengan unsur Betawi. Selain itu, ondel-ondel yang berukuran kecil kini juga digunakan sebagai pernak-pernik.

"Sebenarnya perubahan wajah itu agak lama, sedikit demi sedikit diperhalus, di eranya Gubernur Ali Sadikin yang menginginkan wajah Ondel-Ondel diperhalus dan tidak menyeramkan mungkin biar lebih akrab dengan masyarakat, khususnya anak-anak. Walaupun era itu juga masih saja ada yang menyeramkan," kata pria yang akrab disapa Davi Kemayoran itu.

Dulu Sakral, Kini Jadi Pengamen Jalanan

Setelah mengalami perubahan nama dan tampilan, ondel-ondel mulai akrab dengan masyarakat khususnya anak kecil. Meski kegunaan ondel-ondel yang sebelumnya untuk mengusir roh jahat mulai menghilang, tapi keberadaan boneka raksasa itu tetap eksis. Masih banyak komunitas sanggar Betawi yang melestarikan ondel-ondel.

Meski begitu, keberadaan sanggar yang menggeluti ondel-ondel kurang diapresiasi oleh masyarakat maupun pemerintah, sehingga mereka harus mandiri untuk menghidupi komunitasnya. Mereka mencari panggung alternatif dengan mengarak ondel-ondel ke jalanan.

Ondel-ondel (Foto: Badriyanto/Okezone)

"Mereka-mereka yang punya grup, semua sanggar jadi tidak punya aktivitas untuk bermain sehingga meraka mencoba mengamen. Itu dimulai dari Jakarta Timur. Awalnya mencoba dan hasilnya lumayan. Terus kan teman-temannya melihat, kemudian ikut-ikutan ngamen ke jalanan," jelas Davi Kemayoran.

Ondel-ondel yang kini banyak digunakan sebagai sarana warga untuk mengamen dan menjadi tontonan dianggap merendahkan budaya Betawi. Padahal, sebelumnya ondel-ondel dianggap sebagai boneka sakral yang tak bisa digunakan oleh sembarang orang. Terlebih, tak semua pengarak ondel-ondel paham dengan keluhuran dan nilai-nilai ikon Ibu Kota tersebut.

"Kalau buat saya sendiri sih enggak setuju ondel-ondel dibuat ngamen. Dan yang mengarak sekarang bukan bener-bener seorang seniman. Dia hanya semata-mata mengarak untuk mendapat uang. Karena menjatuhkan derajat ondel-ondel itu sendiri, sehingga menjadi murahan," tuturnya.

Namun, Davi tidak sepenuhnya menyalahkan masyarakat yang mencari nafkah melalui ondel-ondel. Ia meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membuat ruang agar ondel-ondel kembali kepada asalnya sebagai salah satu kebudayaan Betawi.

"Untuk pemerintah diharapkan bisa menyediakan tempat-tempat di keramaian wisata yang ada di Jakarta. Meraka seharusnya diberikan panggung. Anak-anak yang ngamen itu dilatih untuk mempunyai skil agar tidak mengandalkan mata pencaharian dengan ondel-ondel," pungkasnya.

(Erha Aprili Ramadhoni)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement