Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Tengok Nih! Angkot Bogor yang Kekinian

Putra Ramadhani Astyawan , Jurnalis-Selasa, 18 September 2018 |15:16 WIB
Tengok Nih! Angkot Bogor yang Kekinian
Kota Bogor memiliki angkot yang modern (Foto: Putra/Okezone)
A
A
A

BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan meluncurkan sebanyak 25 angkutan kota (angkot) modern atau kekinian pada akhir September 2018. Angkot modern tersebut memiliki berbagai fasilitas bak mobil pribadi.

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan angkutan modern itu rencananya akan melintasi jalur Transpakuan Koridor 4 mulai dari Ciawi, Terminal Baranangsiang, Jalan Otista, BTM, Sempur, Jalan Pajajaran, Warung Jambu, Pomad hingga Ciparigi.

Angkot di Bogor yang kekinian (Foto: Putra/Okezone)

"Trayek tersebut merupakan merger dari trayek 09, sepertiga armada dari trayek 21, trayek 03, trayek 02 dan trayek 07," kata Bima, Selasa (18/9/2018).

Bima menjelaskan, angkot modern tersebut berbeda dengan angkot konvensional pada umumnya. Karena, di dalam angkot modern dilengkapi dengan fasilitas yang kekinian yakni pendingin ruangan (AC), TV, Wifi, CCTV dan tempat untuk pengisi batrai selular.

"Pembayaran ongkos angkot juga menggunakan fasilitas e-money atau non tunai," jelas Bima.

Meski dilengkapi berbagai fasilitas kekinian, Pemkot Bogor memastikan ongkos angkot modern masih bisa terjangkau masyarakat. Para penumpang hanya dibebani ongkos sekitar Rp4.000-Rp 5.000 saja.

Selain memberikan kenyamanan bagi penumpangnya, pengadaan angkot modern merupakan bagian dari program awal konversi tiga angkot menjadi satu bus.

"Nantinya, keseluruhan (angkutan umum) harus menjadi bus. Sekarang ini masih masa transisi dulu, sebelum konversi tiga menjadi satu, beberapa koridor kita konversi tiga jadi dua dulu," ujar Bima.

(Foto: Okezone)

Saat ini, lanjut Bima, baru sekitar 10 unit angkot modern yang sudah memenuhi persyaratan seperti status pengonversian tiga angkot konvensional menjadi dua angkot modern dan surat jalan angkot modern tersebut. Persyaratan tersebut diajukan ke Dishub Kota Bogor dan Kepolisian Resor Kota Bogor.

"Realisasi target pengoperasian 25 angkot modern pada akhir September 2018 tergantung pihak dari Koperasi Duta Jasa Angkutan Mandiri (Kodjari). Kami terus mendorong badan hukum yang mengelola pengonversian angkot konvensional ke modern itu segera melengkapi persyaratan terkait," ungkap Bima.

Target itu sebagai tahap awal program konversi angkot untuk mengurangi kemacetan di jalanan pusat Kota Bogor. Bima menargetkan jumlah angkot di Kota Bogor bisa berkurang signifikan tiga tahun ke depan.

"Kami minta komitmennya saja. Pasti setelah ini mereka tidak akan ngetem. Untuk penghasilan para supir angkot yang mengkonversi tidak berkurang karena diberdayakan secara bergantian," tutup Bima.

(Angkasa Yudhistira)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement