JAKARTA – Sulawesi Tengah (Sulteng) sudah 450 kali dilanda gempa susulan hingga, Sabtu (6/10/2018) pukul 05.00 WIB tergitung sejak gempa 7,4 skala Richter (SR) berpusat di Donggala yang disusul gelombang tsunami pada 28 September lalu.
Hal itu disampaikan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho mengutip data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofidika (BMKG).
“Sudah terjadi 450 kali gempa susulan pascagempa Donggala M 7,4 per 6 Oktober 2018 pukul 05.00 WIB,” katanya melalui akun Twitter @Sutopo_PN.
Intensitas gempa tersebut memang tidak sebesar lindu yang memicu terjadinya tsunami pada Jumat pekan lalu. Bahkan sebagian di antaranya tak dirasakan karena skalanya kecil.
“Makin menurun intensitas dan frekuensinya. Semoga benar-benar meluruh dan normal kembali. Masyarakat dihimbau tetap tenang,” tulis Sutopo.
Sudah terjadi 450 kali gempa susulan pascagempa Donggala M 7,4 per 6 Oktober 2018 pukul 05.00 WIB. Makin menurun intensitas dan frekuensinya. Semoga benar-benar meluruh dan normal kembali. Masyarakat dihimbau tetap tenang. pic.twitter.com/hUmmsK1tbK
— Sutopo Purwo Nugroho (@Sutopo_PN) October 5, 2018
Pada Jumat 23 September lalu, gempa 7,4 SR berpusat di Donggala, memicu gelombang tsunami yang menerjang pesisir Sulteng dan sebagian Sulawesi Barat.
(Baca juga: Korban Meninggal Gempa-Tsunami Sulteng Sudah 1.648 Orang)
Menko Polhukam Wiranto mengatakan hingga malam tadi sudah 1.648 orang meninggal dunia akibat gempa dan tsunami di Sulteng.
(Baca juga: 23 Pesawat Asing Diizinkan Masuk ke Indonesia Bantu Korban Tsunami Palu)
"Jadi ada 1.648 yang meninggal, hilang masih 683 dan yang tertimbun masih 152," katanya kepada pers di Jakarta.
(Salman Mardira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.