Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

40 Tahun Menghilang, Kakek di Lampung Akhirnya Bertemu Keluarga

INews.id , Jurnalis-Senin, 08 Oktober 2018 |12:34 WIB
40 Tahun Menghilang, Kakek di Lampung Akhirnya Bertemu Keluarga
Rashyid Khan saat bertemu keluarganya (Enrico/iNews)
A
A
A

LAMPUNG – Rashyid Khan alias Mbah Roh (80) riang bukan kepalang saat bertemu kembali dengan keluarganya setelah 40 tahun berpisah. Peristiwa ini terjadi di Desa Pekon Batu Api, Kecamatan Pagar Dewa, Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung. Pertemuan mereka terwujud atas bantuan media sosial.

Mbah Roh telah hidup sebatang kara selama 40 tahun. Kakek renta ini pernah menghilang dari tengah keluarganya asal Situbondo, Jawa Timur (Jatim). Dia memilih hidup menyendiri di Pekon Batu Api -desa terpencil di Lampung Barat- hingga akhirnya ditemukan keluarga untuk menjemputnya pulang.

Suasana haru mewarnai perjumpaan antara kakek Rashyid dengan para keponakannya. Rombongan kerabat sang kakek itu telah menempuh perjalanan jauh dari Situbondo. Mereka terharu melihat kondisi kakek Rashyid yang hidup sebatang kara dan tinggal cukup jauh dari pemukiman warga Pekon Batu Api lainnya.

Meski awalnya sempat ditolak oleh kakek Rashyid, para keponakannya tidak mau menyerah. Mereka terus meyakinkan sang kakek bahwa mereka benar kerabat dekatnya. Rombongan ini bahkan menelepon Habib Ahmad Khan, salah satu keluarganya di Situbondo untuk berbicara langsung dengan Mbah Roh. Setelah pembicaraan via ponsel itu, kakek Rashyid melunak dan bersedia dibawa pulang ke Situbondo.

Menurut keterangan peratin atau Kepala Desa Batu Api Mulyono, diketahui mbah Roh sudah tinggal di Pekon Batu Api sejak 1997 silam. Sebelumnya dia tercatat sebagai warga Pekon Basungan yang bersebelahan dengan Pekon Batu Api.

 

Tak ada warga yang tahu persis asal-usul, apalagi masa lalu mbah Roh yang ternyata warga Situbondo keturunan Pakistan tersebut. namun sejak sembilan tahun terakhir kondisi kesehatan kakek rashyid menurun sehingga kehidupannya yang sebatang kara menjadi kian menyedihkan.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement