JAKARTA - Kalimantan Selatan (Kalsel) bukan termasuk salah satu lumbung padi terkenal di Indonesia. Wilayahnya hanya mencakup 7 persen dari keseluruhan Pulau Kalimantan. Produksi padinya pun tak sementereng Jawa Barat yang menyumbang 30 persen lumbung padi Nasional.
Namun, Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor menganggap bahwa daerahnya punya sejuta potensi di sektor pertanian, meski memiliki beragam kontur tanah yang justru jauh dari kata subur dalam dunia pertanian.
Di Kalsel sendiri, secara umum memiliki lima kontur lahan yang berbeda, yakni lahan kering, lahan hujan, rawa lebak, rawa pasang surut, dan lahan irigasi. Dengan lima kondisi demikian, praktis hanya lahan irigasi dan lahan hujan saja yang jadi tumpuan pertanian.
Masyarakat di Jejangkit, Barito Kuala harus menunggu 5-6 bulan untuk membuat lahan rawa layak ditumbuhi, pun dengan lahan kering seperti di daerah Banjarbaru yang justru akrab dengan dunia pertambangan, bukan pertanian sebagai tumpuan ketahanan pangan.