Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Bagaimana Pertanian Kalsel Tetap Hidup meski Dikelilingi Rawa dan Tanah Kering?

Khafid Mardiyansyah , Jurnalis-Jum'at, 12 Oktober 2018 |17:40 WIB
Bagaimana Pertanian Kalsel Tetap Hidup meski Dikelilingi Rawa dan Tanah Kering?
Petani di Kalimantan Selatan sedang meninjau. Foto: Okezone/Khafid Mardiansyah
A
A
A

JAKARTA - Kalimantan Selatan (Kalsel) bukan termasuk salah satu lumbung padi terkenal di Indonesia. Wilayahnya hanya mencakup 7 persen dari keseluruhan Pulau Kalimantan. Produksi padinya pun tak sementereng Jawa Barat yang menyumbang 30 persen lumbung padi Nasional.

Namun, Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor menganggap bahwa daerahnya punya sejuta potensi di sektor pertanian, meski memiliki beragam kontur tanah yang justru jauh dari kata subur dalam dunia pertanian.

Di Kalsel sendiri, secara umum memiliki lima kontur lahan yang berbeda, yakni lahan kering, lahan hujan, rawa lebak, rawa pasang surut, dan lahan irigasi. Dengan lima kondisi demikian, praktis hanya lahan irigasi dan lahan hujan saja yang jadi tumpuan pertanian.

Foto: Khafid Mardiansyah/Okezone 

Masyarakat di Jejangkit, Barito Kuala harus menunggu 5-6 bulan untuk membuat lahan rawa layak ditumbuhi, pun dengan lahan kering seperti di daerah Banjarbaru yang justru akrab dengan dunia pertambangan, bukan pertanian sebagai tumpuan ketahanan pangan.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement