nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kejari Tangani Laporan Dugaan Korupsi Dana Desa di Nias

Antara, Jurnalis · Selasa 06 November 2018 09:52 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 11 06 608 1973862 kejari-tangani-laporan-dugaan-korupsi-dana-desa-di-nias-irHObaDz5n.jpg Ilustrasi dana desa. (Foto: Ist)

GUNUNGSITOLI – Kejaksaan Negeri Gunungsitoli saat ini menangani laporan dugaan korupsi pelaksanaan dana desa di Desa Lauri, Kecamatan Sogae, Kabupaten Nias, Sumatera Utara, tahun anggaran 2016–2017.

"Benar, kita telah menerima laporan masyarakat terkait penyalahgunaan dana desa di Desa Lauri, dan kini sedang kita proses laporan tersebut," kata Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Gunungsitoli Hendra Praja Arifin di Gunungsitoli, seperti dikutip dari Antara News, Selasa (6/11/2018).

Ia mengatakan, dalam menangani laporan dana desa, mereka selalu berpedoman pada Undang-Undang Desa. Masyarakat yang melapor diminta sabar karena proses sedang berlangsung dan mereka tidak mau gegabah dalam menangani kasus.

"Saat ini kita belum bisa mengungkap secara detail langkah-langkah yang sudah kita lakukan, dan kita selalu serius menangani laporan dan hasilnya pasti kita ekspor ke depan," katanya.

(Foto: Shutterstock)

Sebelumnya perwakilan masyarakat Desa Lauri, Nares Zandroto, membenarkan jika mereka telah melaporkan dugaan penyelewengan pelaksanaan dana desa di Lauri, Kecamatan Sogae, tahun anggaran 2016 dan 2017.

Menurut Nares, pelaksanaan Dana Desa 2016 di tempat tinggal mereka dengan anggaran sekira Rp770 juta, namun hanya terealisasi kurang lebih Rp440 juta.

Pembelian sejumlah bahan material pada pelaksanaan Dana Desa 2016 diduga telah di-markup dan upah pekerja dipotong.

Selain itu, pelaksanaan Dana Desa 2016 hanya membangun tembok penahan tanah dan bronjong. Sedangkan pengaspalan jalan tidak dilakukan, padahal aspal telah dibeli sebanyak 20 drum.

"Pada pelaksanaan Dana Desa 2017 dengan anggaran Rp808 juta terjadi hal sama, bahkan pengaspalan jalan pada tahun anggaran 2017 menggunakan aspal yang telah dibeli pada 2017," beber Nares.

Dia mewakili masyarakat berharap Kejari Gunungsitoli menangani laporan mereka secara transparan dan serius agar tidak terulang lagi pada pelaksanaan dana desa tahun tahun selanjutnya.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini