Yusril Angkat Bicara soal HTI dan Lawyer Jokowi-Ma'ruf Amin

Arie Dwi Satrio, Okezone · Rabu 07 November 2018 15:53 WIB
https: img.okezone.com content 2018 11 07 605 1974574 yusril-angkat-bicara-soal-hti-dan-lawyer-jokowi-ma-ruf-amin-L73xRKePty.jpg Foto: Okezone

JAKARTA - Pakar hukum tata negara, Yusril Ihza Mahendra angkat bicara terkait persoalan dirinya yang menerima menjadi pengacara pasangan calon nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin. Permasalahan tersebut mencuat karena beberapa pihak mempermasalahkan Yusril yang juga pengacara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) tersebut menjelaskan, harus ada pemisahan posisi ketika dirinya menjadi pengacara. Kata Yusril, dirinya menjadi pengacara Jokowi-Ma'ruf Amin sifatnya profesional. Pun demikian sebaliknya saat menjadi pengacara HTI.

"Jadi harus secara jernih memisahkan ini. kadang-kadang masyarakat awam kan merasa bingung. saya jadi lawyer, wah sekarang Pak Yusril sudah jadi pendukung Pak Jokowi, saya bilang dalam konteks dukung mendukung, saya menjadi lawyer ya," kata Yusril ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (7/11/2018).

 (Baca juga: Jadi Pengacara Jokowi-Ma'ruf Amin, Yusril Akan Tetap Kritisi Pemerintah)

Yusril menceritakan, dirinya sempat diminta mundur sebagai pengacara HTI saat menerima tawaran menjadi kuasa hukum Jokowi-Ma'ruf amin. Namun, Yusril menerangkan bahwa dirinya membela HTI hanya sebatas sebagai kuasa hukum.

 yusril

"Saya katakan, sejak awal komitmen saya membela HTI. Bukan karena saya menganut paham yang sama dengan HTI, itu tidak sama sekali. Saya katakan kalau paham Islam kita sama, kalau mengenai doktrin khilafah yang dikembangkan HTI itu beda tafsir dengan mereka," ungkapnya.

Menurut mantan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) tersebut, sebagai pengacara HTI, ‎dirinya bukan membela pahamnya. Tapi, yang dibela Yusril yakni keorganisasian HTI berdasarkan badan hukum.

 (Baca juga: Senang Jadi Pengacara Jokowi-Ma'ruf, Yusril: 1-2 Hari Ini Akan Tanda Tangani Surat Kuasa)

maruf

"Jadi yang menjadi tergugat itu Menkumham, sebagai suatu subjek yang mempunyai legal identity sendiri. jadi kita tidak menggugat presiden. Itu bukan orang, itu jabatan," katanya.

Yusril menegaskan, dirinya bukan bagian dari HTI maupun Jokowi-Ma'ruf Amin. Hal itu dicontohkan Yusril ketika membela orang-orang yang diduga sebagai Partai Komunis Indonesia (PKI).

"Saya pernah membela orang-orang PKI, ya, karena ada hak-hak mereka yang terdzalimi. bukan karena saya mendukung PKI. kan nggak. Jadi ada dua hal yang berbeda. jadi masyarakat awam tak pernah bisa membedakan hal-hal semacam ini," ujarnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini