Peluang Gerindra Masuk Kabinet Jokowi Dinilai Masih Terbuka Lebar

Fadel Prayoga, Jurnalis · Minggu 18 Agustus 2019 07:24 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 08 18 605 2093394 peluang-gerindra-masuk-kabinet-jokowi-dinilai-masih-terbuka-lebar-prcCsSZ6Hz.jpg Prabowo Subianto (foto: Okezone)

JAKARTA – Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago menilai peluang Partai Gerindra masuk ke Kabinet Kerja Jilid II dalam pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin masih terbuka lebar. Menurut dia, parpol pimpinan Prabowo Subianto itu akan mendapatkan slot satu atau dua kursi menteri di dalam pemerintahan Jokowi-Ma’ruf.

Meski Presiden Jokowi sudah menyebut komposisi menteri dari parpol hanya 45% dan sisanya dari kalangan professional, hal itu tak menutup kemungkinan kalau Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto akan mengajukan seorang profesional, yang memiliki hubungan dekat dengan dirinya.

“Bakal ada juga nanti masuk di pos tersebut dari unsur parpol mengisi pos kabinet 55%. Unsur profesional namun kader partai politik, itu mungkin saja, dengan tidak mengurangi komposisi 45% unsur partai politik,” kata Pangi kepada Okezone, Minggu (18/8/2019).

Pangi Syarwi Chaniago.

Menurut dia, seorang profesional yang akan dikirim dari partai berlambang kepala burung garuda itu kemungkinan besar menempati pos-pos kementerian yang sekiranya saat ini prestasinya jeblok.

“Bisa saja kementerian yang langsung bersentuhan dengan hajat hidup rakyat misalnya Menteri Pertanian, bisa membuat kita swasembada dan tak impor lagi. Bisa juga menteri ESDM. Jadi pos menteri yang kira-kira bisa menurunkan harga bahan pokok, listrik, BBM dan sebagainya. Kementerian yang bisa mengambil keputusan menurunkan harga,” ujarnya.

Pangi meyakini, koalisi Jokowi-Ma’ruf pada perhelatan Pilpres 2019 dulu tak akan meradang setelah melihat sosok dari Gerindra masuk ke dalam lingkaran penguasa.


Baca Juga : Dikabarkan Diusulkan Jadi Menteri, Waketum Gerindra: Saya Hanya Pelayan di Partai

“Lagi pula menteri koalisi pengusung Jokowi juga pada akhirnya akan menerima. Awalnya mungkin protes, biasa belum menerima kok dapat ini, kok hanya dua kursi menteri dan sebagainya, lama-lama juga pada akhirnya menerima keputusan presiden,” katanya. (erh)


Baca Juga : Soal Menteri Jokowi, Gerindra Singgung Masalah Ekonomi

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini