nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Arab Saudi Tolak Sikap Senat AS Terkait Pembunuhan Khashoggi

Rahman Asmardika, Jurnalis · Senin 17 Desember 2018 11:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 12 17 18 1992221 arab-saudi-tolak-sikap-senat-as-terkait-pembunuhan-khashoggi-BD2vJUMtrk.jpg Jamal Khashoggi. (Foto: Reuters)

RIYADH – Pemerintah Arab Saudi menolak posisi Kongres Amerika Serikat (AS) baru-baru ini yang menyatakan Putra Mahkota Mohammed bin Salman berada di balik pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi. Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menegaskan bahwa pembunuhan Khashoggi sama sekali tidak mencerminkan kebijakan dari Kerajaan Saudi.

"Kerajaan Arab Saudi menolak posisi yang dinyatakan baru-baru ini oleh Senat Amerika Serikat, yang didasarkan pada klaim dan tuduhan yang tidak dibuktikan kebenarannya, dan mengandung campur tangan yang mencolok dalam urusan internal Kerajaan, merusak peran regional dan internasional Kerajaan," demikian pernyataan kementerian luar negeri Arab Saudi yang dilansir Reuters, Senin (17/12/2018).

BACA JUGA: Senat AS Putuskan Hentikan Dukungan ke Arab Saudi dalam Perang di Yaman dan Kecam MBS

"Kerajaan sebelumnya telah menegaskan bahwa pembunuhan warga negara Saudi, Jamal Khashoggi adalah kejahatan yang sangat buruk yang tidak mencerminkan kebijakan Kerajaan atau institusi-institusinya dan menegaskan kembali penolakannya terhadap segala upaya untuk mengambil kasus ini dari jalan keadilan di Kerajaan."

Pekan lalu, Senat AS menyuarakan ketidaksetujuan terhadap sikap Presiden Donald Trump mengenai Arab Saudi dengan mengambil suara untuk mengakhiri dukungan AS terhadap Arab Saudi dalam perang di Yaman dan menyalahkan Putra Mahkota Mohammed bin Salman atas pembunuhan Khashoggi.

BACA JUGA: Arab Saudi Tegaskan Tekad Mengejar Keadilan bagi Jamal Khashoggi

Pernyataan dari Arab Saudi itu juga mengatakan bahwa “Kerajaan berharap ikut tidak ditarik ke dalam perdebatan politik domestik di Amerika Serikat, untuk menghindari konsekuensi apapun pada hubungan antara kedua negara yang bisa memiliki dampak negatif yang signifikan pada hubungan strategis yang penting."

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini