nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

"Locked and Loaded", Trump Nyatakan AS Siap Respons Serangan Fasilitas Minyak Saudi

Rahman Asmardika, Jurnalis · Senin 16 September 2019 13:57 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 16 18 2105394 locked-and-loaded-trump-nyatakan-as-siap-respons-serangan-fasilitas-minyak-saudi-Jb0TeYyCuR.jpg Foto: Reuters.

WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Minggu mengatakan bahwa negaranya “locked and loaded”, siap untuk melakukan respons potensial atas serangan yang terjadi terhadap fasilitas minyak Arab Saudi, setelah pejabat di Washington menuding Iran sebagai pihak yang bertanggungjawab.

Trump juga mengizinkan penggunaan cadangan minyak darurat AS untuk memastikan pasokan yang stabil setelah serangan, yang menghentikan 5 persen produksi dunia dan menyebabkan harga minyak mentah melonjak lebih dari 19 persen dalam perdagangan awal pada Senin, sebelum moderasi menunjukkan kenaikan 10 persen.

BACA JUGA: Houthi Serang Fasilitas Minyak Saudi, Lumpuhkan Sebagian Pasokan Dunia

“Ada alasan untuk percaya bahwa kita tahu pelakunya, locked and loaded tergantung pada verifikasi, tetapi sedang menunggu untuk mendengar dari Kerajaan (Arab Saudi) tentang siapa yang mereka percaya sebagai penyebab serangan ini, dan dengan ketentuan apa kita akan melanjutkan! ”Kata Trump di Twitter sebagaimana dilansir Reuters, Senin (16/9/2019).

Sebelumnya di hari yang sama, seorang pejabat senior AS mengatakan kepada wartawan bahwa bukti dari serangan yang menghantam fasilitas pemrosesan minyak terbesar di dunia itu, mengindikasikan Iran ada di belakangnya, bukan kelompok Houthi di Yaman yang telah mengklaim bertanggung jawab. Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo juga mengatakan tidak ada bukti serangan itu datang dari Yaman.

"Di tengah semua seruan untuk de-eskalasi, Iran kini telah meluncurkan serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap pasokan energi dunia," kata Pompeo.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Abbas Mousavi menolak tuduhan AS, menyatakan tudingan itu "tidak ada gunanya".

BACA JUGA: Iran Bantah Serang Fasilitas Minyak Saudi, Sebut Tuduhan AS "Kebohongan Maksimum"

Ketegangan antara Washington dan Teheran sudah meninggi karena perselisihan yang sudah berlangsung lama antara kedua negara mengenai program nuklir Iran. Seorang komandan senior Pengawal Revolusi memperingatkan Republik Islam Iran siap untuk perang "penuh" menyusul tuduhan AS dan kemungkinan respons Washington terhadap Iran.

"Semua pangkalan Amerika dan kapal induk mereka dalam jarak hingga 2.000 kilometer di sekitar Iran berada dalam jangkauan rudal kami," kata kantor berita semi-resmi Tasnim mengutip Komandan Amirali Hajizadeh.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini