nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Donald Trump Loloskan Penjualan Senjata Rp113 Triliun ke Arab Saudi

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Kamis 25 Juli 2019 19:26 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 07 25 18 2083596 donald-trump-loloskan-penjualan-senjata-rp113-triliun-ke-arab-saudi-da7bMTH28U.jpg Presiden AS Donald Trump saat bertemu Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman. Foto/Reuters

WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menggunakan hak veto terhadap tiga resolusi Senat AS yang memblokir penjualan senjata senilai Rp113 triliun ke Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.

Trump mengatakan ketiga resolusi itu "akan melemahkan daya saing Amerika di dunia" dan merusak hubungan dengan sekutu-sekutunya.

Hak veto itu digunakan setelah Senat yang dikuasai Partai Republik sepakat mencegah penjualan senjata ke Arab Saudi dan UEA.

Sejumlah anggota Senat khawatir senjata-senjata AS akan dipakai kedua negara tersebut untuk menghadapi warga sipil di Yaman.

Sebelumnya, Kongres AS mengecam peran Arab Saudi dalam krisis Yaman serta pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi tahun lalu.

Baca juga: 7 Bulan Kosong, Jabatan Menteri Pertahanan AS Akhirnya Diisi Mark Esper

Baca juga: Donald Trump: Jika Perang, Afghanistan Akan Hilang dari Bumi dalam 10 Hari

Menanggapi veto Trump, Senat akan menggelar pemungutan suara dalam beberapa hari mendatang guna memutuskan apakah veto itu harus dilawan balik, kata Pemimpin Fraksi Republik di Senat, Mitch McConnell.

Namun, beberapa analis berpendapat bahwa hampir bisa dipastikan Senat tidak mampu menggalang dua-pertiga dari seluruh anggota untuk melawan veto Trump.

Trump telah tiga kali menggunakan hak veto sejak menjabat sebagai presiden AS.

Pada Mei lalu, Gedung Putih mendeklarasikan darurat nasional untuk melangkahi para anggota parlemen dan mendorong penjualan senjata.

Kala itu, Trump mengatakan keputusannya didasari oleh ancaman yang ditimbulkan Iran.

Trump juga berdalih bahwa pemblokiran penjualan senjata ke Arab Saudi dan Yaman justru dapat memperlama konflik di Yaman karena "tanpa amunisi yang tepat pada sasaran, lebih banyak warga sipil yang kemungkinan menjadi korban".

Dia berkeras Arab Saudi dan UEA adalah "benteng dari aktivitas buruk Iran dan proksinya di kawasan" Timur Tengah.

Ketegangan antara AS dan Iran meningkat tajam sejak Trump mengeluarkan AS dari kesepakatan yang dibuat Iran dengan sejumlah negara guna membatasi program nuklir Iran.

AS mengklaim telah menjatuhkan sedikitnya satu drone Iran pekan lalu sekaligus menyalahkan Iran atas serangkaian serangan terhadap kapal tanker di perairan Teluk.

Di sisi lain, Iran telah menembak jatuh drone AS pada Juni lalu.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini