nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Houthi Serang Fasilitas Minyak Saudi, Lumpuhkan Sebagian Pasokan Dunia

Rahman Asmardika, Jurnalis · Minggu 15 September 2019 11:31 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 15 18 2105030 houthi-serang-fasilitas-minyak-saudi-lumpuhkan-sebagian-pasokan-dunia-OqOuiE9Z1q.jpg Foto: Reuters.

RIYADH – Kelompok Houthi di Yaman mengklaim telah menyerang dua pabrik pengolahan minyak yang menjadi jantung dari industri perminyakan negara itu pada Sabtu. Serangan tersebut melumpuhkan lebih dari setengah produksi minya Arab Saudi, dan kemungkinan akan membuat harga minyak dunia melonjak tajam.

Berdasarkan keterangan dari perusahaan minyak Arab Saudi, Aramco yang dilansir Reuters, Minggu (15/9/2019), serangan itu membuat produksi minyak kerajaan turun hingga 5,7 juta barel per hari, atau lebih dari 5 persen dari produksi minyak dunia.

BACA JUGA: Militan Houthi Yaman Serang Pabrik di Arab Saudi

Fasilitas Abqaiq berjarak 60 km barat daya dari markas Aramco di Dhahran. Pabrik pengolahan minyak itu menangani minyak mentah dari ladang minyak konvensional terbesar di dunia, ladang minyak supergiant Ghawar, dan untuk ekspor ke terminal Ras Tanura, fasilitas pemuatan minyak lepas pantai terbesar di dunia, dan Juaymah. Fasilitas itu juga memompa ke barat melintasi kerajaan ke terminal ekspor Laut Merah.

Serangan yang terjadi pada Sabtu fajar itu menyusul serangan lintas batas sebelumnya pada instalasi minyak Saudi dan kapal tanker minyak di Teluk. Namun, serangan itu merupakan yang paling berani dan membuat sebagian kapasitas produksi minyak Arab Saudi lumpuh sementara.

Arab Saudi adalah pengekspor terbesar minyak di dunia, mengirimkan lebih dari 7 juta barel minyak ke tujuan global setiap harinya.

Meski kelompok Houthi telah mengklaim bertanggungjawab, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Mike Pompeo menyalahkan Iran atas serangan itu. Dalam tulisan di Twitter, Pompeo mengatakan bahwa tidak ada bukti bahwa serangan itu datang dari Yaman.

BACA JUGA: Militan Houthi Yaman Serang Bandara di Arab Saudi

"Di tengah semua seruan untuk de-eskalasi, Iran kini telah meluncurkan serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap pasokan energi dunia," kata Pompeo. AS telah menyatakan mengutuk serangan tersebut dan telah mengatakan kepada Putra Mahkota Arab Saudi yang berperan sebagai penguasa de facto kerajaan itu bahwa Washington siap bekerja sama dengan Riyadh untuk menjamin keamanan Arab Saudi.

Arab Saudi, memimpin koalisi negara-negara Muslim Sunni melakukan intervensi terhadap kelompok Houthi di Yaman pada 2015. Riyadh telah menyalahkan Iran atas serangan sebelumnya, yang kemudian dibantah Teheran.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini