CIBINONG - Ketua Dewan Pembina Forum Komunikasi Alumni Petugas Haji Indonesia (FK APHI) menyempatkan hadir dikegiatan manasik haji dan mengumpulkan donasi untuk korban bencana di Indonesia di Gedung Tegar Beriman Bogor, Sabtu 5 Januari.
Berbicara di hadapan 3.000 lebih calon haji, Direktur Bina Haji Kementerian Agama itu menyatakan bahwa pentingnya rahmah dan komitmen dalam menjalankan ibadah haji. Transformasi dalam menjaga keseimbangan antara pengakuan atas sahadat, disiplin akan salat, kejujuran akan puasa, zikir sosial pada zakat dan kemabruran pada haji.
"Tak ada yang ingat kapan pertama kali kita mengucapkan kalimat sahadat kecuali para muallaf, namun kita sangat ingat kapan kita berniat dan menunaikan ibadah haji, baik sebagai jamaah maupun sebagai petugas. Namun acap kali ingatan kita terbentur dengan hal-hal keduniawian hingga kita lupa apa makna yang sesungguhnya tentang haji itu sendiri," sebut Khoirizi.
Menata keseimbangan rukun Islam adalah sesuatu materi yang menghasilkan energi yang sangat kuat. "Membuktikan bahwa haji adalah menjaga kemabruran setelahnya. Bukan protes pada pelayanan yang tak substasi. Satu bus saja mogok berita jadi gempar, satu box saja makanan basi berita jadi heboh. Namun, satu putaran tawaf saja kurang berita sepi. Ada satu energi yang membuat mulut ini terkunci, energi malu kepada Allah SWT," ungkapnya.

Substansi haji ada pada manasik, ada pada ilmu dalam menjalankan ibadah. Bertanyalah jika tidak atau kurang mengetahui kepada pembimbing, pada ulama, pada tuan guru, kepada kelompok bimbingan.