nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Beredar Pesan Berantai Air Laut Pasang, Warga Teluk Lampung Panik

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Minggu 06 Januari 2019 08:12 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 06 340 2000542 beredar-pesan-berantai-air-laut-pasang-warga-teluk-lampung-panik-CIUCG5Fu7Z.jpg ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)

BANDARLAMPUNG - Beredar pesan berantai yang menyebutkan bahwa gelombang air laut di Teluk Lampung tiba-tiba pasang hingga membuat panik warga setempat. Alhasil, masyarakat yang tinggal di pesisir Lampung langsung berhamburan keluar rumah untuk mencari tempat lebih tinggi sejak Sabtu tadi malam.

Setiawan, salah seorang warga Gubuksero, Kelurahan Kangkung, Kecamatan Bumi Waras, Kota Bandarlampung mengaku, awalnya dirinya tak percaya kabar tersebut namun tetap saja dia ikut keluar rumah karena warga dari ujung gang tampak berlarian.

Menurutnya, daerah lain juga menerima adanya informasi bahwa air laut sudah naik, sehingga warga sekitar Teluk Lampung panik dan berhamburan keluar rumah. Namun, warga pesisir Kota Bandarlampung tepatnya di Gudang Lelang kini sudah relatif lebih tenang begitu mengetahui kabar itu hanya hoaks. Meski demikian, mereka tetap waspada.

"Tidak ada apa-apa, air juga relatif tenang dan tidak surut kayak kemarin," kata salah seorang warga Gudang Lelang, Fery seperti dikutip dari laman Antaranews, Minggu (6/1/2019).

Laut

Ia menjelaskan isu ini sangat mengganggu dan meresahkan warga pesisir Kota Bandarlampung, hinga mereka tidak merasa nyaman untuk bermalam di rumahnya sendiri. Menurutnya, isu-isu seperti itu dapat membahayakan dan merugikan warga karena dapat dimaanfaatkan orang-orang yang tidak bertanggungjawab untuk berbuat kriminalisme seperti penjarahan.

"Semoga saja isu seperti ini cepat berakhir, wajar saja kalau mereka panik bila dapat isu seperti itu karena masih sedikit trauma," tandasnya.

Sementara, pantauan di Kantor Gubernur Lampung pagi ini, masih terlihat ratusan warga yang kembali berdatangan karena mendengar isu air laut naik. Mereka bergegas meninggalkan rumah dan menuju ke tempat lebih tinggi untuk menyelamatkan diri.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini