Materi Pertanyaan Bocor, TKN Jokowi: Paslon 02 Jangan Takut Debat!

Sarah Hutagaol, Jurnalis · Selasa 08 Januari 2019 06:03 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 01 08 605 2001289 materi-pertanyaan-bocor-tkn-jokowi-paslon-02-jangan-takut-debat-YHkiwdPILM.jpg Jubir TKN Jokowi-Ma'ruf Amin, Ace Hasan Syadzily (Foto: Heru Haryono/Okezone)

JAKARTA - Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo - Ma'ruf Amin, TB Ace Hasan Syadzily merasa pihaknya tidak mempersoalkan soal kisi-kisi materi pertanyaan untuk debat pertama capres dan cawapres yang diberikan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Ace menilai tidak ada maksud lain dari kisi-kisi diberikan oleh KPU tersebut, selain agar gagasan yang dipaparkan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden bisa disampaikan dengan jelas, serta visi-misi bisa diuraikan secara baik.

"Dalam debat itu KPU akan memberikan kisi-kisi pertanyaan. Maksud KPU memberikan kisi-kisi pertanyaan sudah jelas," ujar Ace saat berbincang dengan Okezone di Jakarta, Senin, 7 Januari 2019 malam.

Selain itu, maksud kisi-kisi soal materi pertanyaan debat agar gagasan yang disampaikan oleh pasangan calon bisa lebih terurai dengan jelas dan utuh. "Apa visinya jika terpilih, apa misinya untuk membangun bangsa, dan apa programnya untuk mengatasi berbagai masalah rakyat," sambung Ace.

Infografis Debat Capres

Dalam debat yang digelar pada 17 Januari 2019 mendatang, ia menyebut jika pertanyaan bukan hanya berasal dari kisi-kisi tersebut. Sehingga, jika Jokowi-Ma'ruf Amin dinilai diuntungkan, ia justru menganggap jika itu adalah sebuah penilaian dari pihak yang merasa grogi untuk berdebat.

"Selain itu, dalam debat nanti masih dibuka sesi pertanyaan antar calon pasangan capres yang menjadi basis perdebatan. Jadi, seharusnya paslon 02 jangan takut dengan perdebatan," sindirnya.

Mereka yang menyatakan bahwa debat nanti menguntungkan pasangan Jokowi-Ma'ruf lanjut Ace, semakin menunjukkan bahwa kubu sebelah sedang grogi menghadapi debat putaran pertama.

"Takut kalah dalam Pilpres sehingga belum apa-apa sudah mencari kambing hitam dengan mendelegitimasi KPU," pungkasnya.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini