nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Peristiwa 11 Januari Penuh dengan Pertempuran, dari Tarakan hingga Perang Inggris

Athallah Muti, Jurnalis · Jum'at 11 Januari 2019 09:03 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 01 11 337 2002934 peristiwa-11-januari-penuh-dengan-pertempuran-dari-tarakan-hingga-perang-inggris-SWIbDWNosn.jpg ilustrasi persiapan perang (Reuters)

JAKARTA - Berbagai peristiwa penting dan bersejarah pernah terjadi dari tahun ke tahun pada 11 Januari. Salah satunya adalah peristiwa perang dan pertempuran antar negara. Tepat hari ini, 77 tahun yang lalu telah terjadi pertempuran antar Kekasiaran Jepang dengan Hindia Belanda (Indonesia) untuk memperebutkan Pulau Tarakan di Kalimantan Timur, yang kaya akan ladang minyak.

Tak hanya Pulau Tarakan, Kuala Lumpur di Malaysia yang saat itu menjadi ibu kota di Negara Selangor pun juga berhasil direbut oleh pasukan Jepang dari cengkraman tentara Inggris.

Berikut Okezone rangkum sederet peristiwa perang dan pertempuran yang pernah terjadi pada 11 Januari, sebagaimana dihimpun dari Wikipedia.org, Jumat (11/1/2019).

 Baca juga: Peristiwa 10 Januari: Beroperasinya London Underground Railway hingga Bom Palopo

1. Pertempuran Tarakan

Pertempuran Tarakan terjadi pada 11 sampai 12 Januari 1942. Tarakan merupakan Provinsi kota terbesar di Kalimantan Utara, Indonesia dan sekaligus kota terkaya ke-17 di Indonesia.

Dulunya tarakan hanyalah pulau berawa-rawa kecil di Kalimantan Timur laut di Hindia Belanda, namun saat itu terdapat 700 sumur minyak, penyulingan minyak dan lapangan udara, yang merupakan tujuan utama Kekaisaran Jepang dalam Perang Pasifik.

Tepat pada 11 Januari 1942 tengah malam, 20.000 tentara Right Wing Unit di bawah Mayor Jenderal Sakaguchi Shizou mendarat di pantai timur Tarakan disusul Satuan Khusus Pendarat Angkatan Laut Kure ke-2 (pasukan marinir).

 Persiapan Militer

Untuk mencoba menghadang gerakan pasukan Jepang tersebut, belanda yang saat itu menjajah Hindia Belanda meluncurkan pesawat-pesawat bomber Angkatan Udara Tentara Kerajaan Hindia Belanda KNIL-ML dari lapangan udara di Samarinda dan Balikpapan, Kalimantan Timur.

Baca juga: Peristiwa 9 Januari, Lahirnya Lazio hingga Berdirinya Markas PBB di New York

Akibat pertempuran tersebut, sedikitnya 255 orang Kekaisaran Jepang tewas dan 817 orang Belanda menjadi tawanan Jepang dan dieksekusi mati dengan cara dipenggal kepalanya menggunakan samurai atau ditenggelamkan hidup-hidup ke dalam kolam minyak yang tumpah.

Hasil pertempuran dimenangi oleh Jepang. Tarakan menjadi wilayah koloni Hindia Belanda pertama yang jatuh ke tangan Jepang dalam Teater Pasifik Parang Dunia II. Kota minyak ini tetap dikuasai Jepang hingga direbut oleh Australia dalam Pertempuran Tarakan II.

2. Pertempuran Malaya

Bukan hanya Pulau Tarakan, di Indonesia, Kuala Lumpur di Malaysia juga berhasil direbut oleh pasukan Kekaisaran Jepang dari cengkraman tentara Inggris. Wilayah yang dulunya merupakan ibu kota Negara Bagian Selangor, Kini menjadi Wilayah Persekutuan Kuala Lumpur dan ibu kota Malaysia.

 Baca juga: Peristiwa 8 Januari: Krisis Sandera Mapenduma Papua sampai Kelahiran Kiper Muda Indonesia

Pada 11 Januari 1945, setelah hampir semua wilayah Malaysia bagian Utara jatuh ke tangan Jepang dalam Pertempuran Malaya, Malaysia terus berusaha sekuat tenaga untuk mempertahankan ibu kota Negara Selangor, Kuala Lumpur.

Namun, keadaan ini diperparah karena militer Thailand ikut bergabung dengan pasukan Jepang. Dalam keadaan yang semakin terpojok dan semangat tempur yang turun, akhirnya Kuala Lumpur jatuh ke tangan pasukan Jepang hingga 15 Oktober 1945.

Peristiwa ini dikenal dengan nama Pertempuran Malaya, yang merupakan sebagai bagian dari Perang Dunia II dalam Perang Pasifik Jepang.

3. Alabama Lepas dari Amerika Serikat

Alabama merupakan salah satu negara dari sebelas negara bagian selatan Amerika Serikat yang mengumumkan pemisahan negaranya dari Amerika Serikat pada 11 Januari 1861, dan membentuk Konfederasi Amerika yang dikenal sebagai “Konfederasi”.

 Baca juga: Skandal Mafia Bola yang Masih Panas Dibahas: Nama Samaran hingga Uang Setoran

Hal itu disebabkan adanya penolakan perbudakan di negara-negara bagian utara Amerika Serikat. Sedangkan menurut negara-negara di bagian selatan Amerika Serikat adanya perbudakan orang kulit hitam sangatlah penting untuk kemajuan perekonomian negara mereka.

Atas dasar perbedaan antar negara bagian Utara dan Selatan Amerika Serikat itulah terjadi sebuah Perang Saudara Antar Bagian Negara Amerika Serikat yang terjadi pada tahun 1861 sampai 1865 yang melibatkan 30 negara bagian Amerika Serikat. Setelah Perang Saudara Amerika Serikat usai, negara Alabama dan sebelas negara lainnya kembali ke serikat pada 1868.

4. Pakistan Timur Lapas dari Pakistan

Pakistan Timur, sebuah provinsi di Negara Pakistan yang dulunya bernama Benggala Timur secara resmi memisahkan diri dari Pakistan, pada 11 Januari 1972.

Pemisahan di negara tersebut disebabkan adanya perbedaan antara Pakistan Timur dan Pakistan Barat dalam bidang politik, bahasa, dan ekonomi yang menimbulkan perpecahan antara kedua provinsi di negara tersebut, yang berujung pada meletusnya perang kemerdekaan Pakistan Timur pada 1971.

 Baca juga: Peristiwa 6 Januari: New Mexico Diakui AS hingga Lahirnya Vokalis BIP

Kini Pakistan Timur dikenal sebagai Negara Bangladesh yang memiliki jumlah penduduk terbesar kedelapan di dunia dan merupakan salah satu negara terpadat di dunia dengan angka kemiskinan yang tinggi.

5. Dimulainya Perang Inggris – Zulu

Perang Inggris-Zulu merupakan perang antar Kerajaan Inggris dengan Kekaisaran zulu, sebuah kelompok entis atau suku terbesar di Afrika Selatan, yang berlangsung selama hampir lima bulan pada 11 Januari 1879 hingga 4 Juli 1879.

 Baca juga: Peristiwa 5 Januari: Hari Korps Wanita AL dan Ditemukannya Alat Rontgen

Atas dasar keinginan Inggris menginvasi wilayah tersebut, Inggris berharap untuk bisa menggabungkan zululand kedalam koloni Inggris, republik Boer dan Wilayah Afrika di bawah pemerintahan Inggris untuk membantu membangun dan mengembangkan perdagangan dan pembangunan ekonomi mereka ( kebijakan inklusi).

Namun, Kekasiaran Zulu menolak atas kebijakan inklusi tersebut. Akhirnya penolakan Zulu tersebut memicu perang pertempuran darah yang mengakibatkan kurang lebih 12.227 orang tewas dalam pertempuran. Perang Inggris-Zulu ini juga menjadi tanda dimulainya kolonialisme di wilayah tersebut. Perang ini dimenangkan oleh Britania Raya dan mengakhiri kemerdekaan Zulu.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini