nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jokowi: Sampai 2019, Kita Telah Gelontorkan Rp257 Triliun Dana Desa

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Senin 14 Januari 2019 15:12 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 01 14 337 2004219 jokowi-sampai-2019-kita-telah-gelontorkan-rp257-triliun-dana-desa-iXTPkEPFzC.jfif Presiden Jokowi saat silaturahmi dengan perangkat desa (Puspen Kemendagri)

JAKARTA – Pemerintah sudah menyalurkan Rp257 triliun anggaran untuk desa-desa di seluruh Indonesia sejak 2015. Ada 74 ribu desa telah menerima dana tersebut dalam lima tahun terakhir. Tahun ini, pemerintah mengalokasikan Rp70 triliun dana desa.

“Totalnya sampai tahun 2019 ini kita telah gelontorkan Rp257 triliun kepada desa-desa di seluruh Tanah Air, dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote,” kata Presiden Joko Widodo dalam silaturahmi dengan Persatuan Perangkat Desa Indonesia di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (14/1/2019).

Jokowi merincikan, pada 2015 pemerintah memberikan Rp20,7 triliun kepada desa. 2016 naik jadi Rp47 triliun. Kemudian 2017 jadi Rp60 triliun, 2018 sebanyak Rp60 triliun, dan 2019 sebesar Rp70 triliun.

Jokowi meminta agar uang Rp257 triliun tersebut selalu berputar di desa-desa, jangan sampai kembali ke kota. Tujuannya agar perekonomian di desa-desa meningkat.

Menurutnya dana desa kalau dipergunakan untuk pembangunan, maka materialnya harus dibeli di desa juga.

“Kalau enggak ada, desa sebelahnya. Kalau enggak ada, desa sebelahnya. Beli pasir di desa itu atau enggak beli di desa sebalahnya, beli di desa sebelahnya. Supaya uang itu muter terus,” ujar Jokowi.

Dia juga menekankan agar pembangunan infrastruktur yang menggunakan dana desa, memakai pekerja dari desa setempat.

Menurut Jokowi, dari Rp257 triliun yang dianggarkan sudah Rp187 triliun terealisasi sampai akhir 2018.

View this post on Instagram

KEADILAN sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Bunyi sila kelima dalam Pancasila itu benar-benar ingin diwujudkan Joko Widodo (Jokowi) ketika terpilih menjadi Presiden RI pada Pilpres 2014 lalu dalam menjalankan roda pemerintahan.⠀ .⠀ "Adil bagi rakyat menurut saya adalah bukan sekedar membagikan hadiah atau stimulus rata pada rakyat sehingga yang senang semakin senang dan yang miskin bisa tertawa. Tidak," ujar Jokowi seperti dikutip Okezone dari buku bertajuk "Jokowi Menuju Cahaya"⠀ .⠀ Dalam buku karya Alberhiene Endah tersebut dituliskan, adil menurut Jokowi adalah peka melihat persoalan di setiap wilayah, bahkan yang terpencil sekalipun dan berusaha mengantarkan mereka pada keadaan kondusif untuk meraih kehidupan lebih baik.⠀ Lantas, langkah apa yang diambil Jokowi agar keadilan di negeri ini dapat terwujud?⠀ .⠀ Pembangunan yang merata adalah salah satu cara yang diambil Jokowi agar seluruh masyarakat Indonesia bisa mudah mendapat akses dalam menjalankan roda perekonomian mereka.⠀ .⠀ Contoh, ketika petani di pedalaman susah menjual hasil buminya lantaran jalan di tempat tinggalnya masih buruk. Pupuk dan bibit yang mereka beli untuk melanjutkan pertanian pun didapat dengan harga mahal lantaran mahalnya biaya logistik.⠀ .⠀ "Saya juga melihat Indonesia yang masih gemar memelihara birokrasi yang ruwet," kata Jokowi.⠀ Karena itu, mantan Gubernur DKI Jakarta ini pun terus melakukan perbaikan dengan memangkas segala perizinan yang menurutnya tidak perlu sehingga perekonomian bisa berjalan dengan cepat.⠀ .⠀ Dan yang harus direnungkan saat ini, sambungnya, apakah potensi yang melimpah di negeri ini tidak bisa menyelesaikan masalah?⠀ .⠀ "Yang kita perlukan adalah strategi yang tepat dibarengi niat positif dan kedisiplinan yang teguh. Saya tidak pernah percaya bahwa ada masalah yang tidak mungkin ketemu solusinya," uajrnya.⠀ .⠀ Reformasi di banyak hal pun dilakukan. Mulai dari memandang pembangunan, budaya kerja, sampai reformasi daalam cara memimpin atau memerintah.⠀ .⠀ Dalam mencipakatan pembaruan tersebut, Jokowi sadar kesulitan terberat yang akan menghadangnya adalah mengawali prosesnya. Misalnya, soal infrastruktur. #TauCepatTanpaBatas

A post shared by Okezone.com (@okezonecom) on

“Sudah dibangun dari dana desa itu menjadi realisasinya dalam 138.000 kilometer jalan desa. Panjang sekali, 138 kilometer itu panjang sekali. Juga sudah dibangun 6.500 pasar-pasar kecil yang ada di desa, 6.500 pasar di desa,” ujarnya.

“Juga telah dibangun 11.500 posyandu dari dana desa, 18.000 PAUD dari dana desa, 791.000 meter jembatan yang ada di desa-desa.”

Artinya, lanjut Jokowi, dana desa betul-betul sudah terealisasi dan dimanfaatkan bagi desa.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini