Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Patung McJesus di Museum Israel Picu Kemarahan Umat Kristiani

Rahman Asmardika , Jurnalis-Selasa, 15 Januari 2019 |10:48 WIB
Patung McJesus di Museum Israel Picu Kemarahan Umat Kristiani
McJesus dipajang di pameran di Museum Seni Haifa. (Foto: AP Photo)
A
A
A

HAIFA - Sebuah patung Yesus yang dibuat dengan menggunakan model badut maskot restoran, Ronald McDonald telah memicu kemarahan umat Kristiani di Israel di mana karya itu dipajang. Karya seni yang bertajuk “McJesus” itu merupakan bagian dari pameran “Barang Suci” di Museum Seni Haifa, Israel.

Ratusan umat Kristiani di Israel telah menyerukan agar McJesus ditarik dari pameran di Museum Seni Haifa di mana karya itu telah dipajang selama berbulan-bulan. Sebelum dipamerkan di Haifa, McJesus sebelumnya pernah dipamerkan di beberapa negara lain tanpa memicu reaksi atau menjadi masalah.

Berdasarkan keterangan polisi yang dilansir Fox News, Selasa (15/1/2019) demonstran yang melakukan protes menentang karya itu telah melemparkan batu dan bom ke museum, menyebabkan tiga petugas terluka. Pihak berwenang telah membubarkan massa dengan gas air mata dan granat kejut.

Direktur Museum, Nissim Tal mengatakan kepada Associated Press bahwa keributan itu terjadi secara tiba-tiba. Protes tampaknya dipicu oleh pengunjung yang telah membagikan foto dari pameran itu di media sosial atau melalui daring.

Karya itu sebenarnya dimaksudkan sebagai menjadi kritik terhadap pemujaan kapitalisme.

Di tengah protes yang terjadi, museum kemudian menggantung tirai di pintu masuk pameran dan memasang tanda yang mengatakan karya seni itu tidak dimaksudkan untuk menyinggung siapa pun. Namun, langkah itu tidak membuat para demonstran puas.

Seorang demonstran tetap berdiri di luar museum pada Senin, memegang tanda bertuliskan: "Hormati agama."

Patung McJesus menimbulkan kontroversi. (Foto: AP Photo)

Amir Ballan, seorang seniman di Haifa dan penganut Kristen yang taat, mengatakan bahwa pameran itu "sangat ofensif" dan menegaskan bahwa demonstran "tidak akan diam sampai solusi mengenai masalah itu tercapai."

Jani Leinonen, seniman Finlandia yang berada di belakang pembuatan "McJesus," juga telah meminta agar karya itu diturunkan - tetapi untuk alasan yang berbeda. Leinonen mengatakan bahwa dia mendukung aksi Boikot, Divestasi, Sanksi atau BDS terhadap Israel yang ditujukan agar negara Zionis itu mengubah kebijakannya terhadap warga Palestina. BDS telah mendapatkan hasil yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir, dengan berhasil membujuk sejumlah seniman asing untuk membatalkan pertunjukan di Israel.

Tal mengatakan museum tidak akan menurunkan McJesus dari pameran, karena mereka "akan membela kebebasan berbicara, kebebasan seni, dan kebebasan budaya."

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement