nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dugaan Pungli Dana Pembangunan Masjid Pascagempa Lombok, Polisi Geledah Kanwil Kemenag NTB

Muzakir, Jurnalis · Selasa 15 Januari 2019 21:17 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 01 15 340 2004943 dugaan-pungli-dana-pembangunan-masjid-pascagempa-lombok-polisi-geledah-kanwil-kemenag-ntb-5i8DqNjGpP.jpg Evakuasi Korban yang Tertimpa Reruntuhan Masjid Akibat Gempa Lombok (foto: Twitter/Sutopo_PN

MATARAM - Penyidik Satreskrim Polres Mataram melakukan penggeledahan di sejumlah ruang kerja kantor Kantor Wilayah Kementrian Agama (Kanwil Kemenag) Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB). Kedatangan mereka untuk mencari barang bukti dokumen dugaan pungli dana pembangunan masjid terdampak gempa di Lombok Barat dan Lombok Utara.

Kasat Reskrim Polres Mataram AKP Joko Tamtomo mengatakan, pengeledahan terkait pungli dana pembangunan masjid terdampak gempa Lombok yang dilakukan oleh salah seorang oknum staf Kemenag NTB berinsial BA.

Membangun Kembali Bangunan-Bangunan Vital Pascagempa Lombok 

Satu persatu ruangan di Kanwil Kemenag NTB digeledah. Petugas pun berhasil mengamankan satu boks dokumen yang diduga berkaitan dengan kasus pungli dana rehab masjid.

"Kami telah melakukan penggeledahan di Kemenag NTB dan menyita dokumen yang terkait," terang Joko, Selasa (15/1/2019).

(Baca Juga: Pegawai Kemenag NTB Ditangkap Terkait Dana Pembangunan Masjid Pascagempa) 

Dia menambahkan, dari hasil pemeriksaan, pelaku BA mengaku baru sekali menerima uang pembangunan masjid dari para pengurus masjid. Total ada 16 masjid masing-masing Rp10 juta. Bahkan pelaku akan mengancam pengurus masjid jika tidak memberikan uang tersebut.

"Untuk memuluskan langkahnya pelaku mengancam pengurus masjid kalau tidak diberikan, maka tidak akan mendapatkan bantuan yang lain," tegas Joko.

Lebih jauh, Joko menegaskan, pihaknya terus melakukan pendalaman kasus ini, karena pelaku BA adalah staf biasa. Muncul dugaan ada keterlibatan pejabat di lingkup Kemenag NTB dalam kasus dana rehab masjid ini.

"Kami terus dalami adanya keterlibatan orang lain dalam kasus ini," ungkap Joko.

Hingga saat ini, pelaku BA masih menjalani proses pemeriksaan di Mapolres Mataram dan kini telah berstatus tersangka.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini