nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

127 Warga Terserang DBD, Pemkot Kupang Tetapkan Status KLB

Adi Rianghepat, Jurnalis · Kamis 24 Januari 2019 13:53 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 01 24 340 2008823 127-warga-terserang-dbd-pemkot-kupang-tetapkan-status-klb-0dT5HK4Lq5.jpg Nyamuk Aedes aegypti. (Ilustrasi)

KUPANG – Demam berdarah dengue (DBD) mulai mewabah di Kota Kupang, Ibu Kota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Hingga Kamis, 24 Januari 2019, tercatat sudah ada 127 warga yang terpapar virus penyakit yang disebar oleh nyamuk Aedes aegypti tersebut. Untuk upaya penanggulangannya, Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang lalu menetapkan status kejadian luar biasa (KLB).

"Ya, Bapak Wali Kota sudah tetapkan status DBD di daerah ini sebagai KLB sejak Rabu, 23 Januari 2019," ujar Kepala Bidang Penanggulangan dan Pengamatan Penyakit Dinas Kesehatan Kota Kupang, Sri Wahyuningsih di Kupang, Kamis (24/1/2019).

Dia mengatakan, berbagai upaya sudah dilakukan seiring penetapan status DBD menjadi KLB itu, antara lain penyelidikan epidemiologi kasus, pembagian bubuk abate untuk ditabur di tempat penampungan air yang berjentik serta melakukan fogging fokus.

Selain itu, Dinas Kesehatan Kota Kupang membuka posko 24 jam di 11 puskesmas yang tersebar di 6 kecamatan dan 51 kelurahan daerah itu. "Posko 24 jam itu akan siap melayani dan menolong warga yang diduga terkena DBD untuk segera mendapatkan perawatan medis agar tidak menjadi parah," katanya.

Pasien DBD di Timor Tengah Selatan NTT (Sefnat Besie)

Koordinasi dengan semua rumah sakit yang ada di daerah ini juga dilakukan dalam kaitan dengan pelayanan sekaligus pencatatan jumlah pasien DBD. "Jadi, ada 12 rumah sakit di kota ini yang menjadi pintu masuk layanan dan juga sumber data kami untuk selanjutnya akan dilakukan penyelidikan epidemiologi," katanya.

Terkait ketersediaan obat-obatan, Sri Wahyuningsih mengaku masih sangat tersedia dan siap disuplai ke setiap puskesmas dan puskesmas pembantu yang ada di daerah ini.

(Baca Juga : 37 Warga Timor Tengah Selatan Terjangkit Penyakit Demam Berdarah)

Kepada masyarakat, diimbau untuk tetap menjaga lingkungan tempat tinggal agar tetap bersih dan tidak menjadi sarang pengembang biakan jentik nyamuk, serta terus melakukan aksi 3M plus.

"Penyakit ini berbasis lingkungan. Karena itu, kita berharap masyarakat untuk bisa menjaga lingkungan tempat tinggal agar selalu bersih," kata Sri Wahyuningsih.

(Baca Juga : Anies: Penderita DBD di DKI Naik Dua Kali Lipat Mencapai 370 Orang)

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini