nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Berstatus KLB, Biaya Berobat Pasien Demam Berdarah di Ponorogo Digratiskan

Avirista Midaada, Jurnalis · Rabu 30 Januari 2019 14:02 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 30 519 2011378 berstatus-klb-biaya-berobat-pasien-demam-berdarah-di-ponorogo-digratiskan-LJmP5KS2lR.jpg Ilustrasi

PONOROGO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo memutuskan untuk menggratiskan perawatan ratusan korban penyakit demam berdarah (DB) di puskesmas dan rumah sakit yang ada di Ponorogo.

Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni mengatakan penetapan kejadian luar biasa (KLB) menjadi awalan supaya seluruh pasien yang berobat secepatnya ditangani oleh seluruh puskesmas dan rumah sakit.

Selain itu, Ipong menginstruksikan untuk menggratiskan biaya berobat dan perawatan sejumlah penderita DB.

"Kita harus fokus penanganan kasus DB ini supaya tidak meluas, saya harap juga rumah sakit swasta bisa menjadi bagian dari kasus KLB DB ini. Seluruh biaya kita yang tanggung," ucap Ipong kepada awak media, Rabu (30/1/2019).

Ia mengaku sempat khawatir dengan lonjakan drastis penderita DB kali ini dibandingkan tahun lalu di bulan dan periode yang sama.

"Jumlahnya dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Jika tidak ditetapkan KLB, kita khawatir tidak bisa melayani pasien DB dengan baik," lanjutnya.

Ipong menegaskan akan menggunakan dana oncall mengingat tidak ada anggaran untuk penanganan DB dari APBD. "Nggak ada dana APBD untuk kasus DB ini, jadi kalau ditetapkan KLB kita bisa pakai dana oncall," tukasnya.

Dirinya juga tengah mencermati perbedaan data antara Dinkes dengan laporan sejumlah rumah sakit dan puskesmas terkait pasien demam berdarah.

(Baca Juga: 3 Orang Meninggal Dunia, Bupati Ponorogo Tetapkan KLB Demam Berdarah)

Pada data Dinkes Ponorogo dilaporkan 173 orang terjangkit DB dan 3 orang meninggal dunia. Sementara dari hasil laporan beberapa rumah sakit dan puskesmas di Ponorogo terdapat 457 pasien yang menjalani perawatan, sedangkan 7 orang tak bisa diselamatkan nyawanya.

"Nanti kita akan cek lagi. Fokus untuk penanganan pasien dulu," tutupnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini