Kanada Tarik Separuh Stafnya dari Kedutaan di Kuba Akibat Penyakit Misterius

Thasyanur Azizah, Okezone · Kamis 31 Januari 2019 14:55 WIB
https: img.okezone.com content 2019 01 31 18 2011928 kanada-tarik-separuh-stafnya-dari-kedutaan-di-kuba-akibat-penyakit-misterius-q0pXloFgxh.jpg Kedutaan Kanada di Havana, Kuba. (Foto: Reuters)

TORONTO – Kanada mengumumkan akan menarik setengah dari staf mereka yang berada di kedutaan besar Kanada di Kuba pada Rabu, 31 Januari setelah beberapa staf kedutaan jatuh sakit secara misterius.

Sebagaimana dilaporkan AP, Kanada telah mengonfirmasi 14 kasus masalah kesehatan yang tidak dapat dijelaskan sejak awal 2017. Sebanyak 26 staf Kedutaan Besar AS di Kuba juga dikabarkan telah mengalami hal yang sama. Mereka menderita berbagai gejala dan diagnosis, termasuk cedera otak traumatis ringan yang juga dikenal sebagai gegar otak.

BACA JUGA: Gara-Gara Penyakit Misterius, Kanada Pulangkan Keluarga Diplomatnya dari Kuba

Kantor Urusan Global Kanada mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Rabu, 30 Januari, bahwa beberapa tes yang telah dilakukan mengonfirmasi adanya kasus ke-14. Oleh karena itu, pihak Kanada memutuskan untuk memotong hingga setengah jumlah staf mereka.

Duta besar Kuba untuk Kanada, Josefina Vidal, mengeluarkan pernyataan bahwa pemerintahnya menganggap tindakan itu “tidak bisa dipahami”. Meski begitu, ia mewakili Kuba tetap berkomitmen untuk menjaga hubungan bilateral yang baik.

Sejak November lalu, Kanada mulai mempertimbangkan semua opsi terkait kedutaan besarnya di Kuba setelah kasus ke-13 dikonfirmasi. Mereka mengurangi dari sekitar 16 posisi yang ditempati oleh staf asal Kanada di kedutaan Havana menjadi hanya delapan.

Mereka juga memerintahkan anggota keluarga dari staf diplomatik di Kuba untuk kembali ke rumah sejak April lalu.

14 warga Kanada yang terkena dampak dari penyakit ini tidak hanya merupakan para diplomat tetapi juga beberapa anggota keluarga mereka.

Seorang pejabat senior pemerintah Kanada mengatakan dalam sebuah pernyataan di depan wartawan bahwa kasus terbaru melibatkan seorang diplomat yang tiba di musim panas dan melaporkan gejala yang dialami pada 29 Desember. Ia mengatakan hal tersebut menunjukkan bahwa insiden ini masih berlangsung.

Meski adanya pengurangan jumlah staf, Kedutaan Kanada di Havana tetap terbuka, begitu pula layanan konsuler penuh akan tetap tersedia untuk warga Kanada Namun para pejabat mengatakan program-program lain mungkin disesuaikan dalam beberapa pekan mendatang dan staf diplomatik mungkin akan membantu dari luar Kuba.

Kuba adalah tujuan wisata favorit bagi warga Kanada. Meski begitu, pemerintah Kanada mengatakan tidak ditemukan bukti adanya penyakit terkait di antara para turis Kanada.

Kuba dengan tegas membantah keterlibatannya dalam masalah kesehatan.

Seorang pejabat senior pemerintah Kanada mengatakan bahwa Kuba telah bekerja sama sejak awal dalam mengatasi kasus ini. Ia juga mengatakan hubungan Kanada dengan Kuba sangat kuat.

Duta besar Kuba, Josefina Vidal, mengatakan pengurangan staf kedutaan tidak akan “membantu menemukan jawaban atas gejala kesehatan yang dilaporkan oleh diplomat Kanada.”

Kasus penyakit misterius serupa telah menyebabkan hubungan diplomatik antara AS dan Kuba memburuk setelah sebelumnya berada pada titik puncak kedua negara di bawah kepemimpinan Presiden Barack Obama pada 2015.

AS menarik sebagian besar staf diplomatik yang tidak penting pada September 2017.

Asisten menteri luar negeri AS di Kuba, Kimberly Breier, berkomentar mengenai kasus ini melalui akun Twitternya dengan menuliskan, “Pemikiran kami adalah dengan semua yang terkena dampak dari Kanada dan AS. Kami menuntut pemerintah Kuba memenuhi kewajibannya untuk melindungi diplomat asing & keluarga mereka.”

BACA JUGA: Pejabat AS dan Kuba Bertemu Bahas Penyakit Misterius di Kedutaan Havana

Seorang pejabat Kanada mengatakan bahwa mereka bekerja sama dengan Amerika Serikat (AS) dalam menyelidiki permasalahan ini.

Di sisi lain, AS belum menjelaskan secara pasti mengenai penyebab dari insiden tersebut, tetapi spekulasi awal dikabarkan berpusat pada beberapa jenis serangan sonik.

Pejabat Kanada mengatakan mereka tidak memiliki informasi pasti yang menunjukkan penyebab atau siapa yang mungkin berada di balik kasus ini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini