"Cek ke sekolah, majlis ta’lim, posyandu, pesantren, warung dan semua titik-titik yang berpotensi nyamuk bersarang," pintanya.
Bima juga menginstruksikan untuk membuat sistem piket dan patroli agarsiaga ketika ada informasi warga yang terindikasi wabah DBD. Jangan sampai telat menangani dan terlambat menangani penderita.
"Insya Allah kita ikhtiar tidak ada lagi warga meninggal karena DBD. Pastikan selalu siaga, jalankan sistem piket dan keliling identifikasi, pastikan tidak hanya fogging, pastikan pemeriksaan jentik-jentik secara teliti dan seksama," ungkap Bima.
Mengenai data kasus dan jumlah penderita DBD harus betul-betul dilakukan secara baik sehingga Pemkot Bogor memiliki informasi yang jelas.
"Jangan ditutupi, harus transparan, jalin koordinasi dengan semua pihak," imbuhnya.
Penderita DBD di Kabupaten/Kota Bogor, Jawa Barat Jalani Perawatan di Rumah Sakit (foto: Putra RA/Okezone)