nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

88 Kasus DBD Terjadi di Probolinggo, 1 Penderita Meninggal Dunia

Avirista Midaada, Jurnalis · Minggu 03 Februari 2019 09:10 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 02 03 519 2013136 88-kasus-dbd-terjadi-di-probolinggo-1-penderita-meninggal-dunia-erFt0qVc8g.jpg Ilustrasi pasien demam berdarah. (Foto: Ist)

PROBOLINGGO – Sebanyak 88 kasus demam berdarah dengue (DBD) dilaporkan terjadi di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, selama Januari 2019. Dari angka tersebut, satu penderita asal Kecamatan Gending dilaporkan meninggal dunia.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo dr Anang Budi Yoelijanto mengatakan, curah hujan yang tinggi membuat nyamuk aedes aegypti lebih cepat berkembang biak di sana.

(Baca juga: 3 Orang Meninggal Akibat DBD di Sumba Timur)

Dari beberapa wilayah yang menjadi penyebaran penyakit demam berdarah, Kecamatan Maron menjadi daerah tertinggi dengan sebaran 12 titik.

Terakhir pihak Dinkes Probolinggo menerima satu laporan pasien baru DBD dari Kecamatan Kuripan yang baru masuk Kamis 31 Januari 2019.

Ilustrasi nyamuk DBD. (Foto: Ist)

Anang mengatakan, peningkatan jumlah penderita DBD ini terkait masuk siklus tiga tahunan. Di mana pada 2016 tercatat ada sekira 400 kasus, 2017 ada 250 kasus, dan 2018 ada 80 kasus.

"Jadi kalau dibandingkan data 2018 yang kita punya, masih belum bisa ditentukan peningkatannya lebih besar atau tidak, karena laporannya belum masuk semua," ujar Anang melalui keterangan resminya, Sabtu 2 Februari 2019.

(Baca juga: Kemenkes: Perilaku Manusia Memengaruhi Melonjaknya Populasi Nyamuk DBD)

Saat ini pihaknya telah melakukan antisipasi pencegahan dengan melakukan pengasapan (fogging) di 21 lokasi. Di antaranya adalah Kecamatan Paiton, Maron, Kotaanyar, Besuk, Kuripan, Gending, dan Krejengan.

Dinkes Probolinggo juga telah menginstruksikan instansi dan masyarakat untuk terus menggalakkan pemberantasan sarang nyamuk dengan melakukan 3M (menguras, menutup, mengubur).

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini