nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

NYT: Putra Mahkota Saudi Ancam "Gunakan Peluru" untuk Bunuh Khashoggi

Rahman Asmardika, Jurnalis · Jum'at 08 Februari 2019 14:21 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 08 18 2015308 nyt-putra-mahkota-saudi-ancam-gunakan-peluru-terhadap-khashoggi-OqnVyDQ1vO.jpg Foto: Reuters.

WASHINGTON – Setahun sebelum jurnalis Washington Post, Jamal Khashoggi dibunuh di Istanbul, Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman mengatakan kepada salah seorang ajudannya bahwa dia akan “menggunakan peluru” terhadap Khashoggi jika dia tidak kembali ke Arab Saudi dan berhenti mengkritik kerajaan. Hal itu dilaporkan New York Times (NYT) pada Kamis.

Mengutip seorang pejabat Arab Saudi, New York Times melaporkan bahwa komentar putra mahkota kepada ajudan pentingnya itu disampaikan pada 2017, sebelum Khashoggi dibunuh pada Oktober lalu. Komentar itu disadap oleh badan intelijen Amerika Serikat (AS).

BACA JUGA: PBB: Arab Saudi Membatasi Penyelidikan Pembunuhan Jamal Khashoggi

Analis intelijen AS telah menafsirkan komentar "peluru" secara metaforis, yang berarti putra mahkota tidak benar-benar bermaksud menembak Khashoggi. Namun, mereka berpikir bahwa komentar itu menunjukkan niatnya untuk membunuh sang jurnalis jika dia tidak kembali ke Arab Saudi. Demikian diwartakan Reuters, Jumat (8/2/2019).

Riyadh, yang awalnya menyangkal mengetahui hilangnya Khashoggi sebelum akhirnya mengakui bahwa dia telah dibunuh, dengan tegas bersikeras bahwa putra mahkota tidak terlibat dalam pembunuhan itu.

Perwakilan Arab Saudi di Washington, Badan Intelijen AS (CIA) dan Badan Keamanan Nasional AS tidak bersedia memberikan komentarnya mengenai artikel dari New York Times itu.

Laporan tersebut diterbitkan sehari sebelum batas waktu kongres bagi Gedung Putih untuk menyerahkan laporan tentang apakah putra mahkota memerintahkan pembunuhan Khashoggi dan apakah Kongres akan memberlakukan sanksi pada penguasa de facto Arab Saudi itu.

Amerika Serikat telah menjatuhkan sanksi pada 17 pejabat Saudi atas peran mereka dalam kematian Khashoggi, tetapi Presiden AS Donald Trump mengatakan dia meyakini sang putra mahkota tidak bersalah.

BACA JUGA: Pemerintah Arab Saudi Konfirmasi Jamal Khashoggi Tewas Dibunuh

Penyelidik hak asasi manusia (HAM) PBB yang menyelidiki pembunuhan Khashoggi akan melakukan kunjungan selama sepekan ke Turki dan dijadwalkan untuk bertemu dengan kepala jaksa Istanbul pada Kamis.

Penyelidikan PBB untuk kasus Khashoggi mengatakan pada Kamis bahwa bukti menunjukkan bahwa pembunuhan itu adalah sebuah kejahatan brutal yang "direncanakan dan dilakukan" oleh pejabat Saudi. (dka)

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini