nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pemprov DKI: Keterbatasan Lahan Penyebab Maraknya Parkir Liar

Fadel Prayoga, Jurnalis · Sabtu 09 Februari 2019 11:31 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 08 338 2015542 pemprov-dki-keterbatasan-lahan-penyebab-maraknya-parkir-liar-MESKCvbMSd.JPG Deretan sepeda motor terparkir di atas trotoar di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur (Foto: Achmad Fardiansyah/Okezone)

MASALAH parkir liar di Jakarta seakan tak pernah hilang dari pemandangan jalanan ibu kota. Meski Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta setiap harinya melakukan razia kendaraan, nampaknya itu tidak memiliki efek terhadap berkurangnya mobil dan motor yang parkir sembarangan.

Kepala Seksi Penegakan Hukum (Gakum) Bidang Pengendalian Operasional (Dalops) Dishub DKI Jakarta, August Fabian mengatakan, penegakan hukum yang mengacu kepada Pasal 140 Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2014 tentang Penataan Lalulintas di Ibu Kota memang tak bisa menghilangkan keberadaan parkir liar.

Menurut dia, persoalan itu muncul karena lahan parkir untuk mobil dan motor yang disediakan oleh Pemprov DKI sangat minim. Alhasil, penindakan gembok ban, derek dan cabut pentil tak akan memberi efek jera kepada masyarakat.

"Ternyata keterbatasan lahan parkir (jadi penyebab parkir liar-red). Perlu juga aspek edukasi (kepada masyarakat)," kata August kepada Okezone, Jumat 8 Februari 2019 kemarin.

Dalam memberantas parkir liar di Jakarta, lanjut dia, dibutuhkan sebuah kesinergian dari seluruh pihak. Sebab, kerap kali permasalahan itu muncul karena pihak swasta maupun instansi pemerintah tidak menyiapkan tempat parkir yang luas, sehingga terpaksa kendaraan warga diparkir di pinggir jalan.

Parkir Liar

Kasus itu terjadi di Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, persisnya di sekitaran Rumah Sakit Saint Carolus hingga mencapai Mapolres Jakarta Pusat. Bahkan, kejadian serupa juga ditemukan di kawasan Pasar Jatinegara, Jakarta Timur.

Tidak ada ruang parkir yang luas membuat pengunjung memarkirkan kendaraan di bahu jalan. "Nah, titik-titik yang tadi memang bukan hanya bisa tuntas di aspek penegakan hukum, tetapi perlu kajian, perlu pembangunan secara infrastruktur, dan manajemen lalu lintas yang baik," ujarnya.

Dirinya mengaku telah mengajak ketiga pengelola tempat itu untuk mencari solusi terbaik dari permasalahan tersebut. Mereka mengaku sedang membangun infrastruktur untuk menampung kendaraan yang membeludak. Karena itu, pihaknya tak bisa menegakkan aturan karena di sana tidak tersedia lahan parkir.

Infografis Lipsus Parkir Liar

"Saya rasa kalau infrastruktur sudah selesai, saya rasa permasalahan di situ tuntas. Kita hanya preventif supaya tidak terjadi hambatan lalu lintas," kata dia.

Terkait masukan agar menggandeng juru parkir liar untuk kerja di bawah naungan Pemprov DKI, kata dia, pihaknya sudah menerapkan hal tersebut di beberapa titik. Namun, hal itu tidak bisa diakomodasi di seluruh wilayah Ibu Kota karena setiap daerah memiliki luas jalanan yang berbeda-beda.

"Di beberapa lokasi sudah dilakukan. Harus ada pengkajian. Apakah itu akan menghambat kecepatan lalu lintas di sana? Kalau enggak menghambat, ya di situ akan ditetapkan. Berikut marka, dan petugas dengan kartu identitas," tuturnya.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini