nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ketika Diskusi AJI Hening saat Tahu Remisi Pembunuh Wartawan Dibatalkan

Dina Prihatini, Jurnalis · Minggu 10 Februari 2019 16:00 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 02 10 340 2015993 ketika-diskusi-aji-hening-saat-tahu-remisi-pembunuh-wartawan-dibatalkan-zREz8zOhUS.jpg Ilustrasi cabut remisi pembunuh wartawan. (Foto: Okezone)

PONTIANAK – I Nyoman Susrama, rerpidana pembunuhan jurnalis Radar Bali yakni AA Narendra Prabangsa, sebelumnya pada 7 Desember 2018 mendapat remisi yang dikeluarkan melalui Keputusan Presiden Nomor 29 Tahun 2018. Namun akhirnya pada Sabtu 9 Februari 2019 remisi tersebut dibatalkan.

Sebelum remisi dicabut oleh Presiden Joko Widodo, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) se-Indonesia melakukan banyak tekanan.

Gazebo IAIN Pontianak, tempat AJI Pontianak dan LPM Warta menggelar Diskusi Darurat Kebebasan Pers-Tolak Remisi Pembunuh Jurnalis, tiba-tiba hening ketika mengetahui Kepala Negara membatalkan remisi untuk Susrama.

Andi Fachrizal, jurnalis yang didaulat menjadi pemantik diskusi, sangat mengapresiasi hal tersebut.

"Saudara-saudara, di tengah diskusi yang kita helat hari ini, Presiden Jokowi di Surabaya resmi mencabut remisi bagi Susrama, terpidana pembunuh jurnalis Radar Bali. Kita apresiasi sebagai bagian dari ikhtiar bersama untuk tak pernah lelah merawat kebebasan pers," ujarnya.

(Baca juga: HPN 2019, Jokowi Cabut Remisi Pembunuh Wartawan Radar Bali)

Ia mengatakan remisi yang diberikan Presiden Jokowi kepada Susrama sudah sepatutnya dicabut. Sebab, hal itu dapat berimplikasi langsung terhadap kebebasan pers di seluruh Indonesia.

"AJI Pontianak merasa terpanggil untuk berbuat sesuatu karena dampak yang ditimbulkan dari remisi yang dikeluarkan oleh Presiden Joko Widodo ini akan membunuh kebebasan pers di seluruh Indonesia," ujarnya.

Dia juga menuturkan, kegiatan yang sama digelar AJI di seluruh Indonesia, meski dengan kegiatan yang berbeda-beda. Rizal Daeng –sapaan akrab wartawan senior itu– melanjutkan, pada hari ini jurnalis dan mahasiswa berkolaborasi dengan semangat dan militansi yang tinggi.

"Kita menggandeng pers mahasiswa, seperti LPM Warta IAIN Pontianak, untuk bersuara bahwa remisi yang dikeluarkan Presiden Joko Widodo itu harus dicabut. Saat ini remisi tersebut resmi dicabut. Menjadi kewajiban Presiden untuk memperbaiki kebijakannya sendiri yang salah kaprah itu," paparnya.

(Baca juga: Jokowi Batalkan Remisi Pembunuh Wartawan, Ini Penjelasan JK)

Ketua AJI Pontianak Dian Lestari mengatakan, AJI sebelumnya terus mendesak Presiden Jokowi mencabut remisi pembunuh jurnalis. Di hadapan puluhan mahasiswa, ia menjelaskan bahwa kematian jurnalis Radar Bali AA Narendra Prabangsa oleh I Nyoman Susrama murni karena tidak terima atas pemberitaan yang diduga terlibat korupsi dan penyelewengan yang melibatkan Susrama.

Susrama sendiri merupakan seorang pengusaha yang memiliki hubungan kekerabatan dengan pejabat daerah setempat dan keluarga politikus.

"Kematian Prabangsa itu murni karena pemberitaan. Oleh karenanya, atas nama kebebasan pers kita menuntut Presiden RI mencabut remisi bagi Nyoman Susrama karena hal itu dapat mencederai nilai-nilai demokrasi dan kebebasan pers di Indonesia," ucapnya.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini