nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jutaan Rakyat Iran Berkumpul Peringati 40 Tahun Revolusi Islam 1979

Rahman Asmardika, Jurnalis · Senin 11 Februari 2019 11:54 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 02 11 18 2016254 jutaan-rakyat-iran-berkumpul-peringati-40-tahun-revolusi-islam-1979-WppvpqCuFx.jpg Foto: Reuters.

TEHERAN – Jutaan orang di Iran akan turun ke jalan pada Senin untuk memperingati 40 tahun Revolusi Islam 1979. Peringatan itu sekaligus menunjukkan kesetiaan rakyat Iran terhadap negara mereka di tengah tekanan ekonomi dan politik yang muncul usai diberlakukannya kembali sanksi Amerika Serikat (AS).

Setiap 11 Februari, Iran menggelar pengumpulan massa untuk menyoroti dukungan dari akar rumput dalam revolusi yang menggulingkan kekuasaan Shah Mohammad Reza Pahlavi dan menggantikannya dengan pemerintahan Republik Islam di bawah Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ruhollah Khomeini.

BACA JUGA: Revolusi Islam Berperan Besar Mendorong Kemajuan Kaum Wanita di Iran

Di Iran, rangkaian peristiwa itu dikenal dengan nama Sepuluh Hari Fajar, untuk memperingati masa-masa penuh demonstrasi dengan kekerasan menyusul kembalinya Ayatollah Khomeini dari pengasingan pada 1 Februari 1979. Peristiwa itu juga menandai berakhirnya Kesultanan Persia yang berusia 2.500 tahun.

Diwartakan Al Jazeera, Senin (11/2/2019), di Teheran, massa berkumpul di Alun-Alun Azadi, salah satu monumen paling ikonik di ibu kota. Alun-alun tersebut dibangun oleh Shah Iran yang mendapat dukungan dari Amerika Serikat, dan kemudian dinamai ulang setelah kemenangan kubu yang setia kepada Khomeini.

Pengamanan telah ditingkatkan di seantero Iran menjelang acara peringatan pada Senin mengantisipasi serangan atau aksi teroris. Tahun lalu,seorang pria bersenjata yang mengenakan seragam militer melepaskan tembakan di parade militer peringatan 30 tahun berakhirnya Perang Irak-Iran di Kota Ahvaz, dan menewaskan sedikitnya 29 orang.

BACA JUGA: Tak Acuhkan Desakan Barat, Iran Pamerkan Rudal Baru dan Pabrik Misil Bawah Tanah

Tahun lalu, Presiden AS, Donald Trump secara sepihak membatalkan kesepakatan program nuklir yang disepakati Iran dengan enam negara besar dunia, termasuk AS dan memberlakukan kembali sanksi ekonomi terhadap Iran.

Negara-negara Eropa, termasuk Inggris dan Prancis berusaha menyelamatkan kesepakatan nuklir tersebut, namun mereka juga menyatakan ketidaksetujuan akan program pengembangan rudal balistik yang dilakukan Teheran.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini