Aktivitas vulkanik Gunung Karangetang dengan guguran lava masih terjadi sejak November 2018. Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 100 meter di atas puncak kawah.
"Asap putih kebiruan menyebar ke tubuh gunung bagian selatan dan bau belerang tercium lemah sampai Pos Pemantau Gunung Api Karangetang," ujar petugas pos Aditya Gurasali.

Ia mengatakan, masyarakat masih dilarang mendekat, tidak melakukan pendakian, dan tak beraktivitas di zona bahaya radius 2,5 kilometer dari Puncak Kawah Dua (Kawah Utara) dan Kawah Utama (Selatan) serta area perluasan sektoral dari Kawah Dua ke arah barat-barat laut sejauh 3 km dan ke arah barat laut-utara sejauh 4 km.
(Baca juga: Gunung Karangetang Alami 66 Kali Gempa, Ini Rekomendasi PVMBG)