nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

227 Warga Masih Mengungsi Pascaerupsi Gunung Karangetang

Subhan Sabu, Jurnalis · Selasa 12 Februari 2019 09:58 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 12 340 2016704 227-warga-masih-mengungsi-pascaerupsi-gunung-karangetang-VByePYmnwd.png Pengungsi dampak erupsi Gunung Karangetang. (Foto: Subhan Sabu/Okezone)

SITARO – Pascaerupsi Gunung Karangetang di Sulawesi Utara, sebanyak 227 warga masih mengungsi di beberapa lokasi. Pengungsi yang berada di shelter sekira 132 orang, di Batubulan 42 orang, pengungsi yang tinggal di rumah keluarga 39 orang, dan pengungsi anak-anak sekolah yang tinggal di Desa kawahang ada 14 orang.

Humas Basarnas Manado Ferry Aryanto mengatakan, sampai saat ini tim masih bertahan di wilayah Kepaulauan Siau, Sulawesi Utara, sampai Bupati Kabupaten Kepulauan Sitaro menyatakan kondisi sudah aman.

"Tim akan melakukan pengawasan kepada masyarakat apabila ada yang beraktivitas di sekitaran Gunung Karangetang," ujar Ferry, Selasa (12/2/2019).

(Baca juga: PVMBG Tetapkan Zona Berbahaya Sektoral Gunung Karangetang)

Aktivitas vulkanik Gunung Karangetang dengan guguran lava masih terjadi sejak November 2018. Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 100 meter di atas puncak kawah.

"Asap putih kebiruan menyebar ke tubuh gunung bagian selatan dan bau belerang tercium lemah sampai Pos Pemantau Gunung Api Karangetang," ujar petugas pos Aditya Gurasali.

Guguran lava Gunung Karangetang. (Foto: BNPB)

Ia mengatakan, masyarakat masih dilarang mendekat, tidak melakukan pendakian, dan tak beraktivitas di zona bahaya radius 2,5 kilometer dari Puncak Kawah Dua (Kawah Utara) dan Kawah Utama (Selatan) serta area perluasan sektoral dari Kawah Dua ke arah barat-barat laut sejauh 3 km dan ke arah barat laut-utara sejauh 4 km.

(Baca juga: Gunung Karangetang Alami 66 Kali Gempa, Ini Rekomendasi PVMBG)

Adit melanjutkan, aktivitas vulkanik juga berdampak pada kerusakan materiil, seperti jalan akses menuju Kampung Batubulan tertutup material vulkanik hingga ketinggian 50 meter dengan luasan 300 meter persegi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Sitaro juga melaporkan dua jembatan kampung tersebut rusak berat.

Pemerintah daerah setempat dan unsur terkait lainnya seperti TNI, Polri, serta sukarelawan telah melakukan upaya penanganan darurat. Evakuasi dan pemenuhan kebutuhan dasar disediakan oleh pemerintah kepada para penyintas. Sementara BNPB turut mendukung penguatan pos komando dalam penanganan darurat.

Gunung Karangetang. (Foto: Subhan Sabu/Okezone)

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini