nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ketika Gubernur Papua Selip Lidah Sebut KPK Jadi PKK

Edy Siswanto, Jurnalis · Rabu 13 Februari 2019 21:17 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 02 13 340 2017602 ketika-gubernur-papua-selip-lidah-sebut-kpk-jadi-pkk-C0AzXHb4xZ.jpg Gubernur Papua, Lucas Enembe. (Foto: Edy Siswanto/Okezone)

JAYAPURA – Gunernur Papua Lucas Enembe sempat salah menyebut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai PKK. Salah sebut ini disampaikan sang gubernur saat menemui ribuan masa pendemo yang mendukungnya untuk tidak dipolitisasi oleh komisi antirasuah.

“Apa yang disampaikan aspirasi masyarakat Papua menjadi perhatian oleh kita, menjadi perhatian negara Indonesia, menjadi perhatian kita semua, sejarah mencatat, bahwa orang Papua bisa protes PKK,” kata gubernur yang sontak membuat sebagian masa aksi tertawa.

“KPK,” ucap gubernur memperbaiki perkataannya.

“Yang bisa melawan KPK hanyalah orang Papua, orang Indonesia takut KPK, KPK bodok kah,”imbuh Gubernur geram dan disambut tepuk tangan.

Gedung KPK

Dirinya mengapresiasi dukungan yang diberikan kepada Pemerintah Provinsi Papua atas beberapa kasus yang sedang terjadi. Menurutnya, Pemerintah Provinsi Papua adalah benteng terakhir NKRI.

(Baca juga: KPK Bongkar 8 Kasus Korupsi di Papua Bernilai Puluhan Miliar)

“Saya apresiasi dukungan warga Papua terhadap Pemerintah Provinsi Papua. Kami sebagai perwakilan pemerintah pusat adalah benteng terakhir terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia,”kata dia.

“Kalau KPK mau coba-coba memisahkan kita, terserah dari KPK. Ya, karena kami yang jaga provinsi ini, kami yang jaga NKRI. Saya berterimakasih kepada dukungan seluruh rakyat Papua, sehingga memastikan pemerintah berjalan aman dan damai,”sambungnya.

Gubernur meminta warga tidak dalam ketakutan atas desus yang dihembuskan KPK atas serangkaian kasus korupsi yang diduga dilakukan beberapa pejabat Papua.

“Kita tidak boleh dalam ketakutan, kita tidak boleh diintimidasi oleh siapapuan, bagaimana kita membangunnegeri ini, sudah cukup, pelajaran sudah cukup untuk kami ditinggalkan, sekarang kami mau membangun negeri kami sendiri, sehingga kenapa KPK mau coba-coba. Kami akan menjalankan tupoksi kami,”pungkasnya.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini