TEHERAN – Presiden Iran Hassan Rouhani menyatakan menolak pengunduran diri menteri luar negerinya, Mohammad Javad Zarif, yang disampaikan melalui posting di Instagram pada Senin.
Dalam pernyataan yang juga diumumkan melalui Instagram, Rouhani menyampaikan keputusannya untuk menolak pengunduran diri Zarif. Pernyataan itu disertai dengan foto dirinya dan Zarif tersenyum dan tagar “#Zarif_tidak_sendiri” dan “#Zarif_tetap_tinggal” dalam bahasan Farsi.
Keputusan Rouhani itu juga diperkuat oleh keterangan juru bicara kementerian luar negeri Iran yang menyatakan pengunduran diri Zarif telah ditolak.
BACA JUGA: Menlu Iran Mohammad Javad Zarif Mengundurkan Diri
"Semua interpretasi dan analisis seputar alasan di balik pengunduran diri Menteri Luar Negeri Mohammad Javad Zarif, di luar apa yang dia posting di akun Instagram-nya, tidak akurat dan, seperti yang dikatakan kepala staf presiden Iran hari ini, pengunduran diri belum diterima, ” jelas Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Bahram Qasemi kepada kantor berita FARS sebagaimana dikutip RT, Rabu (27/2/2019).
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Zarif mengumumkan niatnya untuk mengundurkan diri sebagai menteri luar negeri Iran melalui sebuah posting di Instagram pada Senin. Dalam posting tersebut, tokoh yang berperan besar dalam tercapainya perjanjian program nuklir Iran, atau yang dikenal sebagai Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) itu menyampaikan permintaan maaf kepada rakyat Iran.
"Saya meminta maaf kepada Anda atas semua kekurangan ... dalam beberapa tahun terakhir selama saya menjabat sebagai menteri luar negeri ... Saya berterima kasih kepada bangsa dan pejabat Iran," tulis Zarif dalam akun instagramnya jzarif_ir.
Menyusul pengumuman itu, sebagian besar anggota parlemen Iran segera menyampaikan surat kepada Presiden Rouhani, meminta agar Zarif untuk tetap menjabat sebagai menteri luar negeri Iran.
Seorang anggota parlemen konservatif, Javad Karimi-Ghodousi, mengatakan kepada wartawan bahwa Zarif sebelumnya telah 13 kali berusaha untuk mundur dari jabatannya, tetapi semua pengunduran dirinya telah ditolak.
Zarif telah menjabat sebagai menteri luar negeri sejak 2013 dan telah mencatat beberapa keberhasilan diplomasi, termasuk tercapainya JCPOA.
Sebelum menjabat menteri, Zarif duduk sebagai wakil tetap Iran untuk PBB antara 2002 dan 2007. Diplomat kawakan Iran itu juga tinggal di AS selama bertahun-tahun, di mana ia menerima gelar BA dan MA dalam hubungan internasional, serta PhD dalam hukum dan kebijakan internasional.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.