nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tak Terima Dituduh Curi Uang, 2 Anak Nekat Bunuh Ayah

Liansah Rangkuti, Jurnalis · Rabu 27 Februari 2019 13:27 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 02 27 608 2023463 tak-terima-dituduh-curi-uang-2-anak-nekat-bunuh-ayah-lvLZNp3aLn.jpg Ilustrasi Pembunuhan (Foto: Okezone)

TAPANULI SELATAN - Seorang ayah tewas dibunuh oleh anak kandung dan anak tirinya karena kesal dituduh mencuri uang. Peristiwa itu terjadi kebun milik korban, Suhat (56) di Desa Sosopan Julu, Kecamatan Sosopan, Kabupaten Padang Lawas (Palas), Sumatera Utara.

Kapolres Tapanuli Selatan, AKBP Irwa Zaini Adib,Sik mengatakan kedua tersangka TWH (21) putra tiri dan FA (16) putra kandung kini sudah diamankan.

"Puncak dendam mereka, saat mereka dituduh oleh korban diduga mencuri uangnya dan menyebabkan pertengakaran juga antara korban dengan ibu tersangka," kata Irwa Zaini Adib saat konferensi pers, di kantornya, Selasa (26/02/2019).

Dijelaskan Irwa, pembunuhan itu sudah mereka rencanakan sebelumnya. Para tersangka mengakui sakit hati pada korban karena telah sering memperlakukan ibu mereka secara tidak wajar. Mereka berdua juga sering mendapat ancaman pembunuhan dari korban.

"Tewasnya Suhat diketahui pada Senin, 25 Februari 2019 sekira pukul 01.00 WIB. Kedua tersangka diringkus petugas di tempat berbeda, FA diamankan oleh Polsek Sosopan pada, Senin 25 Februari 2019 sekira pukul 22.00 WIB dan TWH diamankan Tim Opsnal Satreskrim Polres Tapsel pada Selasa 26 Februari 2019 sekira pukul 03.00 WIB," jelas Irwa.

Baca Juga: Polisi Bekuk Dua Pelaku Pembunuhan di Kawasan Industri Terboyo Semarang

Pembunuhan

Dikatakan Irwa, dari keterangan kedua tersangka, sebelumnya mereka telah menyiapkan sebuah palu serta sebilah parang sebelum mengikuti korban.

"Di pertengahan jalan, korban dipanggil oleh salah satu tersangka yaitu TWH, untuk berangkat bersama. Tanpa curiga korban pun bersama kedua tersangka berangkat bersama, tiba di TKP (Tempat Kejadian Perkara), TWH langsung memukul kepala korban hingga korban terjatuh, selanjutnya FA juga memukul beberapa kali, hingga korban menghembuskan nafas terakhirnya. Dan kedua tersangka ini setelah melakukan aksi pembunuhan, mereka langsung melarikan diri," ujarnya.

"Dari perbuatan mereka itu, kedua tersangka ini akan dijerat pasal 340 K.U.H.Pidana atau pasal 44 ayat(3)UU RI No.23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam lingkup rumah tangga dengan ancaman mati atau seumur hidup" tambah Irwa.

Sebelumnya, ketika ditanya kepada kedua tersangka, bagaiman sikap ayahnya selama ini sebagai kepala keluarga, mereka menuturkan, ayahnya sering mereka lihat memukuli ibunya, bahkan pengakuan mereka, ayahnya sering mengancam membunuh mereka berdua.

"Sudah seringkali lah kami lihat, ibu kami dipukuli. Dan kami juga mendapat ancaman mau dibunuh bila tidak terurus sebagai anak" timpal TWH.

Baca Juga: Mayat Pria di Kawasan Industri Terboyo Semarang Gegerkan Warga

Dan pada saa itu juga salah satu tersangka yaitu TWH membeberkan, bahwa ayahnya pernah melakukan pembunuhan kepada adek kandung ayahnya sendiri dan tidak diketahui orang lain kecuali dirinya sendiri.

"Dan saat itu saya masih duduk di bangku SMP. Dimana ayahnya menenggelamkam pamannya didalam air. Saya sendiri melihatnya. Pada saat itu ayah mengancam saya untuk tidak melaporkannya kepada siapapun. Jadi saya tidak melaporkan sama siapapun sampai sekarang" tukasnya.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini