nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rumah Sakit Jelaskan soal Pasien Obesitas yang Meninggal Pasca Operasi

CDB Yudistira, Jurnalis · Senin 04 Maret 2019 14:08 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 03 04 525 2025542 rumah-sakit-jelaskan-soal-pasien-obesitas-yang-meninggal-pasca-operasi-8wPkt3AMll.jpg Ilustrasi Obesitas (Foto: Okezone)

BANDUNG - Penderita obesitas, Sunarti (38) yang memiliki bobot 148 kilogram, meninggal dunia setelah mendapat perawatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Kota Bandung.

Sunarti menghembuskan napas terakhir di rumahnya di Karawang, pada Sabtu 2 Maret 2019,.padahal pada 18 Februari lalu dia sempat menjalani operasi pemotongan lambung (sleeve gastrectomy).

Direktur Utama RSHS Kota Bandung, Nina Susana Dewi, pasien dirawat di RSHS sejak 1 Februari itu berdasarkan rujukan Rumah Sakit Karawang. Pihaknya pun membentuk tim khusus yang beranggotakan 11 dokter untuk menangani Sunarti.

Kemudian pasien menjalani operasi pengecilan lambung pada 18 Februari 2019 yang berjalan baik dan pasca operasi pasien dalam kondisi baik.

Baca Juga: Prabowo: Banyak Rumah Sakit Tolak Pasien BPJS

Rumah Sakit

Lalu 1 Maret 2019 setelah mendapat perawatan pasca operasi, pasien masih menunjukkan kondisi yang baik seperti tekanan darah, nadi, respirasi normal dan tidak mengalami sesak nafas.

Perkembangan lain pun siginifikan membaik, pasien sudah bisa duduk dan dapat mentoleransi kalori makanan sebesar 450 kalori/hari. Melihat kondisi pasien yang normal, RSHS pun menyatakan Sunarti aman untuk pulang.

"Dengan perkembangan yang ada, pasien dinyatakan aman untuk pulang dan dapat melakukan aktivitas keseharian di rumah. Saat pulang, pasien dibekali obat-obatan dan edukasi asupan makanan yang sesuai dengan kebutuhannya," ujar Nina di RSHS Kota Bandung, Senin (4/3/2019).

Nina membantah dugaan Sunarti dipulangkan bukan karena kuota BPJS telah habis, namun murni karena kondisi yang sudah aman untuk diperbolehkan kembali ke rumah secara medis.

"Sejak awal pasien sudah diprediksi akan membutuhkan pembiayaan besar, sehingga manajemen RSHS memutuskan tindakan medis yang berfokus pada patient safety dengan pelayanan medis Alat Medis Habis Pakai (AMHP) maupun tindakan lainnya di-cover oleh RSHS dan BPJS sesuai prosedur yang berlaku," ujar Nina.

Baca Juga: Mongolia Tutup Semua Restoran KFC Setelah 42 Orang Dilarikan ke Rumah Sakit

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini