TEHERAN – Alasan Menteri Luar Negeri Iran, Mohammed Javad Zarif mengajukan pengunduran diri pekan lalu diduga karena dia tidak diberitahu mengenai kunjungan Presiden Suriah, Bashar Al Assad ke Teheran. Dugaan itu diungkap dalam laporan yang dilansir kantor berita Iran, ISNA.
ISNA mengutip Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Bahram Qassemi sebagai sumber dari laporannya, yang tampaknya mengonfirmasi narasi mengenai pengunduran diri Zarif pekan lalu yang diangkat oleh berbagai media regional. Pekan lalu, Zarif mengumumkan pengunduran dirinya melalui Instagram, namun ditolak oleh Presiden Hassan Rouhani.
BACA JUGA: Menlu Iran Mohammad Javad Zarif Mengundurkan Diri
“Kementerian Luar Negeri tidak memiliki informasi di tingkat mana pun (tentang perjalanan) dan kurangnya informasi ini dipertahankan sampai akhir perjalanan, ”kata Qassemi merujuk kunjungan Presiden Assad sebagaimana dilansir RT, Selasa (5/3/2019).
Qassemi menambahkan bahwa pengunduran diri yang tidak lazim dan sangat publik itu dimaksudkan untuk "mengembalikan Kementerian Luar Negeri dan sistem diplomatik Iran ke tempat utamanya."
BACA JUGA: Presiden Iran Tolak Pengunduran Diri Menlu Javad Zarif
Zarif telah menjabat sebagai menteri luar negeri sejak 2013 dan dianggap sebagai salah satu arsitek dari perjanjian nuklir multilateral 2015 atau yang dikenal sebagai JCPOA. Kesepakatan itu dipandang sebagai salah satu terobosan diplomatik penting di masanya, namun belakangan ini berada pada ketidakpastian setelah Amerika Serikat di bawah pemerintahan Donald Trump secara sepihak memutuskan keluar dari JCPOA dan menjatuhkan kembali sanksi terhadap Iran.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.