TKN: Solusi BPN untuk BPJS Kesehatan Hanya Gali Tutup Lubang

Fakhri Rezy, Jurnalis · Jum'at 15 Maret 2019 08:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 03 15 605 2030230 tkn-solusi-bpn-untuk-bpjs-kesehatan-hanya-gali-tutup-lubang-oEdzdCAlji.jpg BPJS Kesehatan (Okezone)

JAKARTA - Kubu pasangan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiago Uno mengklaim telah memiliki solusi bagi defisit yang dialami oleh Badan Penyelenggara Jamin Sosial (BPJS) Kesehatan.

Sebelumnya, Jubir Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Gamal Albinsaid mengatakan, masalah yang dialami BPJS Kesehatan sejak tahun 2014 ini adalah defisit anggaran. Untuk mengurangi permasalahan tersebut, solusinya dengan menaikkan anggaran kesehatan dengan cara mengalihkan dari anggaran Kementerian Sosial.

 Baca juga: BPJS Kesehatan Dinilai Belum Memberikan Dampak yang Signifikan

Solusi yang diajukan BPN itu menurut Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin sebagai solusi gali lubang tutup lubang. Memindahkan anggaran dari suatu kementerian ke kementerian lain tidak akan menyelesaikan masalah.

 BPJS Kesehatan

"Kami menilai narasi Gamal Albinsaid terkait BPJS Kesehatan tidak lebih dari sekedar gali lubang tutup lubang, yaitu dengan memindahkan pos anggaran kementerian lain untuk menyubsidi anggaran BPJS Kesehatan. Hal itu tidak efektif dan lebih kepada pencitraan semata," kata jubir TKN Irma Chaniago di Jakarta, Jumat (15/3/2019).

 Baca juga: Jokowi Pastikan Pemerintah Telah Cairkan Rp6,3 T untuk BPJS Kesehatan

Menurutnya, untuk menangani permasalahan defisit tersebut, pemerintah telah memiliki solusi yang komprehensif sehingga tidak perlu memotong anggaran kementerian lain.

Politisi partai Nasdem itu menambahkan pemerintah saat ini terus berupaya meningkatkan layanan kesehatan di tingkat dasar yakni Puskesmas dan Klinik sehingga masyarakat tidak langsung datang ke rumah sakit rujukan. Dengan cara demikian, rumah sakit rujukan dapat lebih fokus menangani penyakit yang membutuhkan penanganan maksimal.

 Baca juga: 18 Rumah Sakit di Banten Masih Layani Pasien BPJS

Selain itu, lanjutnya, pemerintah juga terus berupaya memaksimalkan iuran bagi peserta, termasuk meningkatkan kontribusi dari pemerintah daerah. Sebab saat ini pemerintah daerah juga memiliki anggaran pemeliharaan kesehatan masyarakat.

"Jadi solusi Pemerintah untuk menghindari defisit BPJS Kesehatan cenderung lebih realistis yaitu mengedepankan penyesuaian tarif per kunjungan, memaksimalkan iuran bagi peserta kecuali peserta khusus BPJS Kesehatan," tandasnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini