nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sengketa Tanah Wakaf, Ribuan Orang Sambangi Kantor BPN Cirebon

Fathnur Rohman, Jurnalis · Selasa 19 Maret 2019 01:04 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 03 19 525 2031848 sengketa-tanah-wakaf-ribuan-orang-sambangi-kantor-bpn-cirebon-l1w40QAe3L.jpg Ribuan orang sambangi kantor BPN Cirebon lantaran masalah sengketa tanah wakaf (Foto: Fathnur/Okezone)

CIREBON - Ribuan orang dari jamaah Asysyahadatain menggelar aksi demonstrasi di kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Cirebon, Sumber, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, pada Senin (18/3/2019).

Aksi tersebut dipicu karena tanah wakaf jamaah Asysyahadatain, di Desa Citemu, Kabupaten Cirebon, diklaim oleh salah seorang WNI keturunan Tionghoa.

Ribuan jamaah Asysyahadatain menuntut haknya atas tanah waqaf seluas 7495 meter persegi. Di atas tanah itu, jamaah Asysyahadatain sudah membangun sebuah masjid berukuran sekitar 450 meter persegi. Mereka juga menyebut, tanah tersebut sudah di waqafkan oleh seorang warga bernama Dasam pada tahun 1960 silam.

Juru bicara Gerakan Dukungan Tanah Wakaf Masjid Asy-Syahadatain (Garda Tawajah), Husein Fauzan mengatakan, saat itu, Dasam telah mewakafkan tanahnya seluas 7495 meter persegi kepada jamaah Asysyahadatain. Setelah diukur oleh BPN, tanah Waqaf itu hanya tercatat seluas 5090 meter persegi, dan tanah waqif sisanya sekitar 800an meter persegi tidak diakui.

"Pertama, overlap ini yang khusus tanah waqaf akan dikembalikan dengan memotong sertifikatnya. Kedua, pihak BPN akan melakukan pendekatan kepada yang memiliki tanah di sebelahnya," ucap dia, saat ditemui Okezone, Senin (18/3/2019).

Dirinya menambahkan, BPN Kabupaten Cirebon akan segera menyelesaikan masalah sengketa lahan ini. Ia mengaku, pada Jumat mendatang BPN Kabupaten Cirebon akan memberikan keputusannya. Ia mengancam, jika tidak ada keputusan, dirinya akan membawa lebih banyak lagi massa.

"Kita tunggu perkembangannya," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Hubungan Hukum BPN Kabupaten Cirebon, Supriyadi Nur mengungkapkan, BPN Kabupaten Cirebon hanya mencatat tanah waqaf jamaah Asysyahadatain yang berada di Desa Citemu, memiliki luas 5090 meter persegi saja, atas nama Abdurrahman.

"Hanya tercatat seluas 5090 meter persegi dengan waqif atas nama Abdurrahman," katanya.

Nur menyampaikan, kalau pihaknya hanya mencatat tanah waqaf tersebut atas nama Abdurrahman, bukan atas nama Dasam.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini