nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Apa Kabar Kasus Penganiayaan Wartawan di Acara Munajat 212?

Muhamad Rizky, Jurnalis · Rabu 20 Maret 2019 06:07 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 03 20 338 2032414 apa-kabar-kasus-penganiayaan-wartawan-di-acara-munajat-212-fYsQIriFmK.jpg ilustrasi

JAKARTA - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, pihaknya masih menanyakan kepada penyidik terkait perkembangan kasus penganiayaan dan intimidasi terhadap wartawan saat melakukan peliputan di acara malam munajat 212 di Monas Jakarta Pusat.

"Masih di cek ke penyidik," kata Argo saat dikonfirmasi Okezone, Rabu, (20/3/2019).

Mantan Kabid Humas Polda Jawa Timur itu tidak menjelaskan lebih lanjut ketika ditanya terkait sejauh mana penanganan kasus tersebut sudah dilakukan.

Pada Februari Argo sempat mengatakan dalam menyelidiki kasus itu pihaknya telah meminta keterangan dari dua orang saksi yakni pelapor dan rekannya yang mengetahui kejadian di lokasi.

Setelah memeriksa kedua orang saksi tersebut pihaknya akan melakukan melakukan langkah lanjutan namun dirinya juga tidak menjelaskan langkah seperti apa yang dimaksud.

Kasus itu sendiri terjadi ketika acara munajat 212 di Monas. Saat itu sejumlah jurnalis menjadi korban kekerasan, intimidasi, dan persekusi oleh massa yang menggunakan atribut Front Pembela Islam (FPI).

Koordinator Liputan CNN Indonesia TV, Joni Aswira yang berada di lokasi kejadian saat Munajat 212 berlangsung menjelaskan, malam itu belasan jurnalis dari berbagai media berkumpul di sekitar pintu masuk VIP, dekat panggung acara. Mereka menanti sejumlah narasumber yang datang untuk diwawancarai.

(Baca Juga: Wartawan Diintimidasi saat Rekam Massa Amankan Copet di Acara Munajat 212)

Tiba-tiba di tengah selawatan sekitar pukul 21.00 WIB, terjadi keributan. Massa terlihat mengamankan orang. Saat itu, beredar kabar ada copet tertangkap. Para jurnalis yang berkumpul langsung mendekati lokasi kejadian. Beberapa di antaranya merekam, termasuk jurnalis foto (kamerawan) CNN Indonesia TV.

Kamera jurnalis CNN Indonesia TV cukup mencolok sehingga menjadi bahan buruan sejumlah orang. Massa yang mengerubungi bertambah banyak dan tak terkendali. Beberapa orang membentak dan memaksa jurnalis menghapus gambar kericuhan yang sempat terekam beberapa detik.

Saat sedang menghapus gambar, Joni mendengar ucapan bernada intimidasi dari arah massa. “Kalian dari media mana? Dibayar berapa?”, “Kalau rekam yang bagus-bagus aja, yang jelek enggak usah," ungkap Joni menirukan ucapan orang tersebut.

Selain kamerawan jurnalis CNN Indonesia nasib serupa juga dialami wartawan Detikcom. Saat sedang merekam, dia dipiting oleh seseorang yang ingin menghapus gambar. Namun, dia tak mau menyerahkan ponselnya.

Massa kemudian menggiring wartawan Detik ke dalam tenda VIP sendirian. Meski telah mengaku sebagai wartawan, mereka tetap tak peduli. Di sana, dia juga dipukul dan dicakar, selain dipaksa jongkok di tengah kepungan belasan orang.

Namun, akhirnya ponsel wartawan tersebut diambil paksa. Semua foto dan video di ponsel tersebut dihapus. Bahkan aplikasi WhatsApp pun dihapus, diduga agar pemilik tak bisa berkomunikasi dengan orang lain. Usai kejadian itu, korban langsung melapor ke Polres Jakarta Pusat dan melakukan visum.

Jurnalis CNN Indonesia yang meliput di lokasi kejadian ikut menjadi saksi kekerasan tersebut. Sementara jurnalis Suara.com yang berusaha melerai kekerasan dan intimidasi itu terpaksa kehilangan ponselnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini