BENGKULU – Calon Wakil Presiden nomor urut 01, KH Ma'ruf Amin, melakukan safari politik ke Bengkulu. Safari ini dilakukan setelah Kiai Ma'ruf menyusuri wilayah Jawa Timur. Kiai Ma'ruf mengatakan, meski merasa lelah setelah melakoni debat cawapres kemarin, rasa lelah itu hilang saat bersilaturahmi dengan masyarakat.
"Saya capek usai debat, tapi kemarin saya ke Jawa Timur, ke Gresik, lalu ke Madura, hari ini langsung ke sini (Bengkulu)," kata Kiai Ma'ruf saat menghadiri dialog antarumat beragama, di Bengkulu, Rabu (20/3/2019).
Setelah di Bengkulu, pasangan Jokowi di Pilpres 2019 itu sore ini rencananya melanjutkan safari ke Kalimantan Timur (Kaltim) tepatnya ke Balikpapan dan Samarinda.
Dalam kesempatan itu, Kiai Ma'ruf mengajak masyarakat Bengkulu agar membangun solidaritas, keutuhan, keberagaman dalam membangun bangsa dan negara.
Kiai Ma'ruf menuturkan bahwa saat ini bangsa Indonesia di bawah pemerintahan Jokowi dan Jusuf Kalla tengah melakukan pembangunan besar-besaran di samping juga membangun optimisme sumber daya manusia.

Sayangnya menurut pria yang akrab disapa Abah ini, di tengah optimisme pembangunan justru ada pihak-pihak yang kemudian membangun narasi pesimisme dengan menyebut Indonesia akan bubar pada 2030.
"Alhamdulillah kita bersyukur bahwa negara kita sekarang sedang melakukan pembangunan besar-besaran untuk membangun Indonesia maju, bukan Indonesia bubar, bukan Indonesia punah," ucapnnya.
Ia mengatakan, pemerintahan Jokowi-JK sudah meletakkan modal dasar untuk membuat Indonesia menjadi negara maju. Hal itu ditandai dengan maraknya pembangunan infrastruktur, baik di darat, laut, maupun langit.
(Baca Juga : TKN: Arah Kemenangan Jokowi-Ma'ruf Amin Semakin Pasti)
"Ada yang bilang Indonesia punah, memangnya dinosaurus apa, binatang purba itu bisa punah, tapi kita ingin membangun Indonesia maju makmur sejahtera. Kita bersyukur Pak Jokowi sebagai presiden selama 4 tahun lebih telah meletakkan dasar-dasar, milestone, itu modal dasar membangunnya Indonesia maju, memulai meletakkan sarana-prasarana infrastruktur darat, laut, dan langit," ujar Kiai Ma'ruf.
Ia menjelaskan ada sebagian pihak yang masih bingung saat dirinya memunculkan istilah tol langit. Bahkan istilah tol langit dianggap “konyol” oleh sebagian elite tertentu tanpa mencari tahu makna dari istilah tersebut. Menurutnya, tol langit itu merupakan salah satu keberhasilan Jokowi dalam upaya memperkuat jaringan internet salah satunya dengan meluncurkan satelit Palapa Ring.
Satelit ini dikatakan Ketua Umum MUI itu ikut mempermudah perkembangan industri baru berbasis teknologi.
(Baca Juga : Ma'ruf Amin Imbau Tokoh Agama Cegah Paham Intoleran)
(Erha Aprili Ramadhoni)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.