nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Kembali Panggil Pansel Kemenag Terkait Kasus Romahurmuziy

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Senin 15 April 2019 10:20 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 04 15 337 2043585 kpk-kembali-panggil-pansel-kemenag-terkait-kasus-romahurmuziy-gIIa2FfG5X.jpg Juru Bicara KPK, Febri Diansyah. (Foto: M Rizky/Okezone)

JAKARTA - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengagendakan pemeriksaan terhadap satu anggota Panitia Pelaksana Seleksi Jabatan Tinggi di Kementeriaan Agama (Kemenag), pada hari ini. Satu saksi dari anggota Pansel tersebut adalah Muhammad Amin.

Amin akan diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan jual-beli jabatan di Kemenag. Dia akan diperiksa untuk proses penyidikan mantan Ketum Partai Persatuan dan Pembangunan (PPP), M Romahurmuziy (RMY) alias Romi.

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka RMY," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (15/4/2019).

Selain mengagendakan pemeriksaan terhadap satu saksi, tim juga memanggil satu tersangka dalam kasus ini yakni mantan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik, Muhammad Muafaq Wirahadi.

Seperti diketahui, KPK telah menetapkan Romi sebagai tersangka. Anggota Komisi XI DPR RI tersebut diduga terlibat kasus jual-beli jabatan di Kementeriaan Agama (Kemenag).

KPK Tahan Ketua Umum PPP Romahurmuziy

Romi ditetapkan tersangka bersama dua orang lainnya yakni, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik, Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Provinsi Jawa Timur (Jatim), Haris Hasanuddin.

(Baca juga: Staf Ahli Menag Mangkir Pemeriksaan KPK terkait OTT Romi)

Muafaq Wirahadi dan Haris Hasanuddin diduga telah menyuap Romi untuk mengurus proses lolos seleksi jabatan di Kemenag. Adapun, Muhammad Muafaq mendaftar untuk posisi Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik. Sedangkan Haris, mendaftar sebagai Kakanwil Kemenag Provinsi Jatim.

Untuk memuluskan proses seleksi jabatan tersebut, Haris mendatangi kediaman Romi dan menyerahkan uang sebesar Rp250 juta pada 6 Februari 2019, sesuai dengan komitmen sebelumnya. Saat itu, KPK menduga telah terjadi pemberian suap tahap pertama.

Kemudian, pada pertengahan Februari 2019, pihak Kemenag menerima informasi bahwa nama Haris Hasanuddin tidak diusulkan ke Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saefuddin. Sebab, Haris diduga pernah mendapatkan hukuman disiplin.

KPK menduga telah terjadi kerjasama antara pihak-pihak tertentu untuk tetap meloloskan Haris Hasanuddin sebagai Kakanwil Kemenag Provinsi Jatim.

Selanjutnya, Haris Hasanuddin dilantik oleh Menag sebagai Kakanwil Kemenag Jatim pada awal Maret 2019. Setelah Haris lolos seleksi dan menjabat Kakanwil Kemenag Jatim, Muafaq meminta bantuan kepada Haris untuk dipertemukan dengan Romi.

Pada tanggal 15 Maret 2019, Muafaq, Haris, dan Calon Anggota DPRD Kabupaten Gresik dari PPP, Abdul Wahab menemui Romi untuk menyerahkan uang Rp50 juta terkait kepentingan jabatan‎ Muafaq.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini