Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pemerintah Wajib Beri Kompensasi Sepadan bagi Petugas KPPS yang Meninggal Dunia

Fadel Prayoga , Jurnalis-Sabtu, 27 April 2019 |10:02 WIB
Pemerintah Wajib Beri Kompensasi Sepadan bagi Petugas KPPS yang Meninggal Dunia
Direktur Perludem, Titi Anggraini (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) turut berduka cita atas meninggalnya ratusan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang berpartisipasi mengawal gelaran Pemilu 2019. Pemerintah diminta untuk memberi kompensasi atas gugurnya petugas KPPS di berbagai daerah.

"Pemerintah harus ikut mengambil tanggung jawab dan mengevaluasi keadaan ini secara serius dan menyeluruh. Harus ada kompensasi yang sepadan bagi keluarga yang ditinggalkan maupun bagi mereka yang sakit," kata Direktur Perludem, Titi Anggraini saat berbincang dengan Okezone di Jakarta, Jumat, 26 April 2019 kemarin.

Menurut dia, negara harus hadir mengapresiasi kerja keras dan bakti mereka sebagai bagian dari penyelenggara pemilu serentak terbesar di dunia. Kata dia, pemilu serentak menggunakan lima surat suara memang menyimpan kompleksitas dan membutuhkan tenaga ekstra dalam menjalankannya.

"Bagaimana tidak, dalam proses penghitungan suara di TPS saja, anggota KPPS memerlukan waktu sampai dengan lewat tengah malam untuk menyelesaikan penghitungan lima surat suara," ujarnya.

Infografis Lipsus Pemilu 2019

Tak cukup sampai di situ kesulitan yang harus dijalani para petugas KPPS lantaran beban untuk melakukan proses administrasi hasil pemilu dalam berbagai jenis formulir itu dinilai cukup "menyiksa".

Sebelumnya, Ketua KPU, Arief Budiman, menyebut pemberian santunan melalui perhitungan sejumlah regulasi, seperti BPJS dan lainnya. KPU, lanjut Arief, memberikan usul Rp30-36 juta untuk petugas yang meninggal dunia, Rp30 juta untuk yang cacat, dan Rp16 juta bagi yang menderita luka maksimal. (put)

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement