nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Penyu Langka Sepanjang 67 Cm Ditemukan Mati di Jembrana

Agregasi Balipost.com, Jurnalis · Sabtu 27 April 2019 14:16 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 04 27 244 2048765 penyu-langka-sepanjang-67-cm-ditemukan-mati-di-jembrana-3O0t5GBY8E.jpg Penyu Lekang Mati (Balipost)

BALI - Penyu lekang kembali ditemukan mati oleh warga di Pantai Yeh Kuning, Desa Yeh Kuning, Kecamatan Jembrana. Penyu itu juga mengeluarkan aroma busuk, saat ditemukan warga.

Penyu Lekang merupakan penyu langka yang keberadaannya banyak ditemukan di sekitaran pantai Yeh Kuning dan Perancak.

 Baca juga: Elang Flores Terancam Punah, Populasinya Tinggal 10 Ekor di Taman Nasional Kelimutu

Dari informasi, penyu usia 40 tahun itu ditemukan warga setempat Jumat 26 April 2019. Aroma busuk dan menyengat, mengundang warga datang ke pinggir pantai.

Pemilik Konservasi Penyu Kurma Asih Perancak, yang juga seorang aktivis lingkungan Wayan Anom Astika Jaya, mengatakan penyu ditemukan pertama kali oleh warga sekitar, yang kemudian melaporkan penemuan hewan yang dilindungi tersebut. Aparat desa dan BKSDA Kabupaten Jembrana pun datang ke lokasi dan menemukan penyu dalam keadaan mati dan membusuk. Namun tidak diketahui apa penyebab kematian penyu.

Anom mengatakan kondisi penyu sudah dalam keadaan mati dan membusuk. “Tidak diketahui kenapa matinya,” ucap Anom.

 Baca juga: KKP Lepasliarkan Spesies Dilindungi Dugong

Penyu Lekang dan berjenis kelamin betina ini memiliki panjang cangkang belakang 67 centimeter dan lebar 64 centimeter. Lantaran sudah mati dan mengeluarkan bau busuk, akhirnya penyu ini dikubur dilokasi penemuan.

Menurutnya sesuai prosedur jika ditemukan penyu dalam kondisi mati harus dikubur. Dikatakan Anom, sebelumnya pihaknya juga melakukan pelepasliaran penyu.

 http://www.balipost.com/wp-content/uploads/2019/04/balipostcom_warga-temukan-penyu-lekang-mati-di-pantai-yeh-kuning_01-696x464.jpg

Itu setelah seorang nelayan, menemukan penyu jenis sisik di jaringnya. Penyu sisik itu dilepasliarkan adalah cangkang 51 centimeter dan panjang penyu 68 centimeter. Penyu sisik itu berjenis kelamin betina dan kurang lebih berumur 15 tahun.

 Baca juga: Habibat Rusak, Beruang Kutub Cari Makan di Tumpukan Sampah

Anom mengaku, bahwa penyu-penyu di laut atau selat Bali khususnya di kawasan Perancak Negara, Jembrana sudah kesekian kalinya tersangkut jaring nelayan. Bahkan, ada penyu yang terjebak di karang yang kemudian ditolong oleh para Nelayan Perancak.

Menurutnya nelayan di sana sudah sadar untuk pelestarian penyu. Kalau ada satwa penyu terjebak jaring, maka diserahkan ke pihaknya untuk dilepasliarkan. “Kami berterima kasih kepada nelayan berpartisipasi pelestarian penyu,” ungkapnya.

Dia mengaku khawatir dengan beberapa kasus perdagangan penyu. Terutama, perdagangan penyu di Bali untuk kepentingan konsumsi.

Menurutnya ini perlu atensi dari semua pihak baik pihak BKSDA, LH (lingkungan hidup) atau Dinas Kelautan dan Perikanan laut.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini