KOTA MALANG - Viralnya video aksi vandalisme alias corat - coret di Jembatan Splendid usai aksi demonstrasi Hari Buruh Internasional, membuat kepolisian memeriksa dua orang perekam dan penggunggah video di media sosial.
I Gusti Putu Devara Gian Mahendra (21), mahasiswa jurusan Antropologi Universitas Brawijaya (UB) asal Jakarta dan Ahmad Kevin Al Firdaus (22) mahasiswa jurusan Ekonomi Universitas Negeri Malang (UM) ini dimintai keterangan sejak Jumat hingga Sabtu pagi oleh kepolisian.
Devara mengaku hanya merekam video aksi pencoretan jembatan ini, namun ia tak mengenal, dan tak bisa mencegah aksi vandalisme karena para pelaku ini bukan berasal dari komunitasnya.
"Saya ingin mengklarifikasi, saya hanya menggunggah saya tidak terlibat melakukan aksi vandalisme. Saya memiliki otoritas penggunggahan itu. Saya tidak mengenali mereka (yang melakukan vandalisme) dan tidak terlibat. Saya meminta maaf kalau tindakan saya membuat gaduh masyarakat Kota Malang," ujar Devara saat memberikan klarifikasi di Mapolres Malang Kota, Sabtu (4/5/2019).