nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

1.291 Orang Terjangkit Demam Berdarah di DIY, Dua Meninggal

Agregasi Harian Jogja, Jurnalis · Rabu 08 Mei 2019 15:15 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 08 510 2053088 1-291-orang-terjangkit-demam-berdarah-di-diy-dua-meninggal-8YFe6bMi8P.jpg Ilustrasi

YOGYAKARTA - Kasus dan kematian akibat penyakit demam berdarah dengue (DBD) di wilayah DIY menjadi perhatian serius Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY. Hingga awal Mei ini jumlah warga yang terjangkit penyakit tersebut mencapai 1.291 orang.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengandalian Penyakit Dinas Kesehatan (P2P) Dinkes DIY, Berty Murtiningsih mengatakan, kasus DBD di DIY terus mengalami peningkatan. Jika akhir Februari tercatat 455 kasus jumlahnya saat ini meningkat menjadi 1.291 kasus.

"Dari jumlah tersebut, ada dua kematian. Satu korban di Bantul dan satu orang lagi (belum diaudit) di Gunungkidul," katanya kepada Harianjogja.com, Selasa (7/5/2019).

Adapun sebaran jumlah kasus DBD, untuk Kota Jogja tercatat 234 kasus; 0 kematian, Bantul (437 kasus dengan jumlah kematian 1 orang), Kulonprogo terdapat 57 kasus, Gunungkidul 247 kasus dengan seorang MD (belum diaudit) dan Sleman (316 kasus; 0 kematian). Jumlah tersebut dimungkinkan masih akan meningkat. Hal ini mengingat saat ini masuk musim pancaroba dengan intensitas hujan yang masih terjadi.

Meksi mengalami peningkatan, Dinkes mengklaim kenaikan tersebut belum terlalu signifikan. Dinkes, kata Berty, terus mengimbau agar warga meningkatkan kebersihan lingkungan dan membasmi nyamuk Aedes aegypti.

Dinkes akan terus mensosialisasika pencegahan, salah satunya dengan melakukan gerakan menguras, menutup dan mengubur (3M). Ketika hujan terjadi, warga diminta untuk tidak membiarkan adanya tampungan air yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.

"Kami terus melakukan upaya pencegahan agar kasus DBD tidak meningkat. Kami terus meminta agar warga rajin melakukan 3M," terang Berty.

Terpisah, Dinkes Kota Jogja mencatat puncak kasus DBD di kota ini terjadi pada 2016 dengan jumlah 1.705 kasus dan 13 kematian. Berikutnya terjadi penurunan di tahun 2017 terjadi 414 kasus dengan dua kematian dan 2018 terjadi 113 kasus dengan 2 kematian.

Pemkot, kata Wakil Walikota Jogja Heroe Poerwadi, terus menggalakan program pencegahan penyebaran DBD salah satunya dengan UGM melalui World Mosquito Program dengan melepaskan nyamuk ber-Wolbachia di sejumlah kecamatan. "Selain itu, kami juga mengingatkan agar warga terus menggalakkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN)," kata Heroe.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini