nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menlu Al-Maliki: AS Buat Rencana Penyerahan Palestina ke Israel, Bukan Perjanjian Damai

Rahman Asmardika, Jurnalis · Jum'at 10 Mei 2019 17:34 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 05 10 18 2054154 menlu-al-maliki-as-buat-rencana-penyerahan-palestina-ke-israel-bukan-perjanjian-damai-fuIOgNqFbR.jpg Menteri Luar Negeri Palestina, Riyad Al-Maliki. (Foto: Reuters)

NEW YORK – Menteri Luar Negeri Palestina, Riyad Al Maliki mengatakan bahwa Amerika Serikat (AS) tampaknya tengah menyusun rencana penyerahan Palestina kepada Israel alih-alih sebuah rencana perdamaian. Hal itu disampaikan al-Maliki di depan pertemuan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang dihadiri Negosiator Perdamaian AS untuk Timur Tengah, Jason Greenblat.

Greenblatt dan penasihat senior Gedung Putih Jared Kushner telah menghabiskan dua tahun untuk mengembangkan proposal perdamaian yang mereka harapkan akan memberikan kerangka kerja bagi pembicaraan baru antara Israel dan Palestina. Rencananya proposal itu akan diluncurkan pada bulan Juni.

"Kami tidak mampu untuk tidak terlibat dengan upaya perdamaian apa pun, tetapi sayangnya, upaya administrasi AS tidak dapat dicirikan, atau tidak dapat memenuhi syarat, sebagai upaya perdamaian," kata al-Maliki pada pertemuan informal anggota Dewan Keamanan PBB tentang permukiman Israel di wilayah pendudukan Palestina.

"Sejauh ini semua menunjukkan bahwa ini bukan rencana perdamaian, melainkan kondisi untuk menyerah dan tidak ada jumlah uang yang dapat membuatnya diterima," katanya sebagaimana dilansir Reuters, Jumat (10/5/2019).

Usulan Timur Tengah AS memiliki dua komponen utama - bagian politik yang membahas isu-isu inti seperti status Yerusalem, dan bagian ekonomi yang bertujuan untuk memperkuat ekonomi Palestina. Kushner dan Greenblatt belum mengatakan jika rencana itu menyerukan solusi dua negara, tujuan dari upaya-upaya perdamaian sebelumnya.

Greenblatt mengatakan bahwa rencana perdamaian dari AS akan realistis dan bisa diterapkan dengan kompromi dari Israel dan Palestina. Dia berharap kedua belah pihak bersedia untuk melihat terlebih dahulu rencana yang akan diajukan sebelum mengambil tindakan sepihak.

Palestina telah menolak upaya perdamaian AS sejak Presiden Donald Trump memutuskan untuk memindahkan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem dan mendeklarasikan ibu kota Yerusalem Israel pada 2017. Palestina menginginkan sebuah negara di Tepi Barat dengan teritori yang terdiri dari Yerusalem Timur, Jalur Gaza, dan semua wilayah yang direbut oleh Israel pada 1967.

“Beberapa orang bertanya kepada kami 'bagaimana jika mereka mengejutkan Anda?' Kami memberi tahu mereka bahwa kami akan lebih berharap jika mereka tidak tuli terhadap permohonan kami, buta terhadap pelanggaran Israel, dan bisu – paling tidak - pada dasar-dasar perdamaian, ketika tidak aktif merusak mereka," kata al-Maliki.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini