JAKARTA – Dalam penyelenggaraan Angkutan Lebaran pada Lintas Penyeberangan Merak-Bakauheni, salah satu permasalahan yang terjadi adalah kecenderungan pemudik untuk menyeberang pada malam hari yaitu pukul 21.00 sampai 04.00 WIB. “Kecenderungan menyeberang malam inilah yang sering membuat panjangnya antrean kendaraan mulai 3-5 jam dan sampai ke jalan tol antriannya,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi.
Oleh karena itu Ditjen Hubdat mengeluarkan beberapa strategi untuk memperlancar arus penyeberangan di lintas Merak-Bakauheni. “Ada ketentuan untuk kapal yang dioperasikan yaitu berukuran lebih dari 5.000 GT,” ujar Dirjen Budi.
Selain itu, ada beberapa upaya yang juga dilakukan:
1. Optimalisasi pencapaian trip dengan rekayasa pola operasi kapal untuk percepatan bongkar muat dan waktu pelayaran.
2. Pengaturan pemuatan kendaraan roda 2 yang diangkut melalui dermaga dan kapal tertentu (situasional).