nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Arus Mudik 2019, 23 Titik Jalur KA Rawan Banjir & Longsor

Taufik Budi, Jurnalis · Minggu 26 Mei 2019 10:03 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 05 26 512 2060470 arus-mudik-2019-23-titik-jalur-ka-rawan-banjir-longsor-ZRrq2gCsPD.jpg ilustrasi (Foto: Okezone)

SEMARANG - Sebanyak 23 titik di sepanjang jalur kereta api yang membentang di wilayah Daop 4 Semarang rawan banjir dan longsor. Untuk menjamin kelancaran arus mudik Lebaran Idul Fitri 1440 Hijriah, disiapkan sejumlah langkah antisipasi.

"Dari sisi prasarana jalur rel, PT KAI Daop 4 Semarang memiliki panjang total rel 676.210 kilometer yang terbentang dari Stasiun Tegal hingga Stasiun Cepu dan ke arah tengah hingga Stasiun Gundih," ujar Kepala Daop 4 Semarang, Mohamad Nurul Huda Dwi Santoso, Minggu (26/5/2019).

"Di sepanjang jalur rel tersebut, terdapat sebanyak 23 titik jalur rel yang rawan banjir dan longsor," tambahnya.

"Guna mengantisipasi hal tersebut, PT KAI Daop 4 Semarang telah melaksanakan perbaikan dan penguatan pendukung fondasi tubuh badan rel, serta menambah tenaga pemeriksa jalur rel (PPJ/ Petugas Penilik Jalur Rel ekstra) sebanyak 84 petugas," tuturnya.

Dalam mengantisipasi kejadian alam ini, PT KAI Daop 4 Semarang juga telah menyiapkan manajemen risiko yang dikenal dengan nama AMUS (Alat Material untuk Siaga).

Mudik Kereta Api

Manajemen risiko itu ditempatkan di titik strategis seperti di Stasiun Tegal, Pemalang, Petarukan, Pekalongan, Batang, Kuripan, Weleri, Kalibodri, Kaliwungu, Semarang Poncol, Brumbung, Gubug, Karangjati, Gambringan, Panunggalan, Kradenan, Doplang, Randublatung, Cepu, Kedungjati, Gundih dan Ambarawa.

Dia menjelaskan, AMUS tersebut berupa peralatan pemelihara jalur rel seperti mesin pemadat tubuh rel (Mesin MTT, PBR, dan SSP), eskavator dan lain-lain. Sementara Material berupa penyediaan karung berisi pasir dan batu, bantalan kayu, rel dan suku cadang jembatan.

"Untuk Siaga adalah para personel yang siap 24 jam dalam menangani kondisi lintas jalur rel. Di mana dalam sehari terbagi dalam tiga shif kerja," katanya menandaskan.

Berikut 23 titik rawan banjir dan longsor yaitu:

1). Ujungnegoro - Batang, Km 76 + 0/4 rawan banjir

2). Kuripan - Ujungnegoro, Km 65 + 0/1 rawan banjir

3). Kuripan - Ujungnegoro, Km 62 + 9/0 rawan banjir

4). Plabuan - Kuripan, Km 57 + 0/6 rawan longsor

5). Plabuan - Kuripan, Km 56 + 1/2 rawan longsor

6). Plabuan - Kuripan, Km 55 + 2/6 rawan longsor

7). Plabuan - Kuripan, Km 54 + 3/4 rawan longsor

8). Plabuan - Kuripan, Km 53 + 1/3 rawan longsor

9). Krengseng - Plabuan, Km 52 + 6/7 rawan longsor

10). Krengseng - Plabuan, Km 52 + 1/2 rawan longsor

11). Krengseng - Plabuan, Km 51 + 0/6 rawan longsor

12). Krengseng - Plabuan, Km 50 + 0/2 rawan longsor

13). Krengseng - Plabuan, Km 48 + 2/3 rawan longsor

14). Krengseng - Plabuan, Km 45 + 3/8 rawan longsor

15). Semarang Tawang - Alastua, Km 2 + 4/9 rawan banjir

16). Karangjati - Sedadi, Km 50 + 5/7 rawan banjir

17). Gambringan - Jambon, Km 14 + 7 s.d. 15 + 1 rawan banjir

18). Doplang - Randublatung, Km 63 + 1/2 rawan longsor

19). Cepu - Tobo, Km 92 + 7/8 rawan longsor

20). Brumbung - Tanggung, Km 22 + 7 s.d. 23 + 5 rawan banjir

21). Tanggung - Kedungjati, Km 32 + 0/1 rawan ambles

22). Karangsono - Gundih, Km 60 + 7/8 rawan ambles

23). Karangsono - Gundih, Km 61 + 7/8 rawan longsor

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini