nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Monas, Destinasi Favorit Libur Lebaran Warga Jakarta dan Sekitarnya

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Minggu 02 Juni 2019 11:14 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 06 02 338 2063110 monas-destinasi-favorit-libur-lebaran-warga-jakarta-dan-sekitarnya-lGGdzNxe66.jpg Monas jadi destinasi favorit libur lebaran. (Foto: Okezone)

BAGI Anda yang tidak sempat mudik ke kampung halaman, jangan khawatir. Jakarta menyuguhkan berbagai tempat wisata yang tidak kalah menarik dengan kota lainnya, salah satunya adalah Monumen Nasional (Monas).

Dalam pembangunan Monas, rupanya memiliki sejarah panjang. Monas didirikan untuk mengenang semangat perlawanan dan perjuangan rakyat Indonesia untuk terbebas dari penjajahan kolonial Hindia Belanda. Saat itulah pada tanggal 17 Agustus 1961 Monas dibangun dan pada 12 Juli 1975, kawasan tersebut dibuka untuk umum.

Monas yang memiliki tinggi 132 meter itu diberikan mahkota (tugu monas) yang menyerupai lidah api yang dilapisi lembaran emas. Hal itu melambangkan semangat perjuangan yang menyala-nyala. Di kawasan Monas sendiri menyajikan juga relief sejarah Indonesia.

Monas

Relief yang mengelilingi setiap sudut monumen itu menceritakan tentang kejayaan nusantara pada masa lampau. Beberapa di antaranya, relief tersebut tersebut menggambarkan masa penjajahan Belanda, perlawanan rakyat Indonesia dan pahlawan-pahlawan nasional Indonesia. Relief dan patung-patung ini dibuat dari semen dengan kerangka pipa atau logam. Namun, beberapa patung dan arca tampak tak terawat dan rusak akibat terkena hujan serta cuaca tropis di Tanah Air.

Di area cawan, para pengunjung juga akan disuguhi wisata lainnya, seperti Wisata Naik Kereta Wisata. Wahana ini merupakan salah satu fasilitas Monas untuk memanjakan para pengunjung, sehingga para wisatawan tidak perlu lagi kelelahan untuk berkeliling.

Selanjutnya, Monas juga menyediakan wisata fauna. Para pengunjung dimanjakan dengan mengenal binatang Rusa Tutul. Pengelola mengizinkan pengunjung untuk bercengkerama dan memberikan makan untuk hewan jinak tersebut.

Kemudian di Monas juga menyediakan sarana olahraga. Bagi para pengunjung yang menggilai olahraga seperti jogging, futsal, basket dan sepeda, wisatawan dapat menggunakan fasilitas yang tersedia di sana.

Selanjutnya, para pengunjung dapat menikmati air mancur menari. Bagi kaula muda yang ingin menikmati malam mingguan dapat menyaksikan Air mancur menari yang diiringi lagu khas Indonesia. Wahana ini hanya dibuka pada Sabtu dan Minggu yang dimulai pada 19.30 WIB hingga 20.30 WIB.

Selanjutnya setelah Anda memutari kawasan Monas, para pengujung dimanjakan santap makanan di Lenggang Jakarta. Di sana para pengunjung juga dapat menikmati makanan khas Jakarta, seperti Kerak Telor dan lain-lainnya.

Di lokasi yang sama, di Kawasan Monas juga menyediakan pasar malam. Pasar malam di Monas cocok untuk membeli oleh-oleh Khas Jakarta. Sementara itu, Kepala Unit Pengelola Kawasan Monas, Munjirin mengatakan Monas baru akan dibuka pada tanggal 6 hingga 16 Juni. Pasalnya, tanggal 5 Juni atau hari H Lebaran Monas ditutup.

"Kami telah bersurat kepada Diskominfotik sehubungan dengan informasi tanggal 5 Juni kawasan Monas libur," katanya kepada Okezone.

Infografis Lebaran

Munjirin mengungkapkan puncak pengunjung di Kawasan Monas diprediksi pada tanggal 6 sampai 16 Juni. Untuk itu, pihak Monas meminta bantuan kepada Dinas Lingkungan Hidup untuk dukung bus toilet. "Selain meminta dukungan Bus Toilet, pihaknya juga meminta Dinas Kesehatan untuk standby tenaga medis dan ambulans pada puncak kunjungan 6-16 Juni," ucapnya.

Tidak hanya itu, Munjirin juga meminta Dinas penanggulangan bencana untuk berjaga-jaga tidak muncul kejadian yang tidak diinginkan. "Berkoordinasi dengan pengelola perparkiran Dishub untuk pengolahan area parkir IRTI jika penuh," tuturnya.

Terakhir, jika di lokasi ada anggota keluarga yang terpisah, Munjirin mengucapkan tidak perlu khawatir. Pasalnya, pengelola sudah memiliki sistem yang dapat diandalkan, sehingga dipercaya akan lebih mudah untuk mengidentifikasi anggota keluarga yang hilang.

"Untuk antisipasi anggota keluarga yg terpisah, sudah tersistem tinggal lapor ke pengamanan kita, nanti lewat sistem grup WhatsApp dan posko yang ada," tutupnya.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini