LANDAK - Tiga dusun di Kecamatan Mandor, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat terendam banjir. Dalam musibah yang mulai terjadi sejak Jumat 7 Juni 2019 sore ini, satu warga dikabarkan meninggal dunia setelah terbawa arus.
"Jam sepuluh pagi tadi dilaporkan bahwa warga Dusun Mandor atas nama Heru Gunawan, umur 19 tahun, meninggal dunia," jelas Kepala Badan Penanggungan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalbar, TTA Nyarong, Sabtu (8/6/2019).
Sementara itu, berdasarkan data dari BPBD Kabupaten Landak, dilaporkan bahwa ada 250 kepala keluarga (KK) di Dusun Mandor, 13 KK di Dusun Kopiang dan 5 KK di Dusun Liansipi. "Jumlah keseluruhan ada 268 KK yang terdampar banjir," bebernya.

Saat ini, warga yang rumahnya terendam banjir sudah diarahkan untuk mengungsi ke tempat yang lebih tinggi. Seperti ke rumah ibadah maupun dan kantor desa. BPBD Landak pun kini sudah menyiapkan logistik untuk para korban.
Sebelumnya, hampir di semua kabupaten kota di Kalbar diguyur hujan intensitas sedang-lebat dengan durasi yang cukup panjang.
Badan Meterorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Supadio Pontianak pun sudah merilis bahwa pada 8 Juni 2019 masih berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang-lebat yang dapat disertai petir/guntur di Kabupaten Landak.
Tinggi air kini dikabarkan sudah mencapai pinggang orang dewasa. Tak hanya rumah, pasar dan jalan raya Mandor juga terendam air.

(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.