nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Haruskah Pedagang yang Naikkan Harga Tak Wajar saat Libur Lebaran Disanksi?

Taufik Budi, Jurnalis · Rabu 12 Juni 2019 00:03 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 06 11 512 2065482 haruskah-pedagang-yang-naikkan-harga-tak-wajar-saat-libur-lebaran-disanksi-YSQaxLldY6.jpg

SEMARANG - Kunjungan wisatawan di Jawa Tengah pada masa libur Lebaran Idul Fitri meningkat hingga 40 persen dibandingkan hari biasa. Meski demikian, marak ditemukan kasus pedagang makanan yang menaikkan harga secara tak wajar.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jawa Tengah, Sinung Nugroho Rahmadi, mengatakan, terdapat bahan evaluasi dari meningkatnya kunjungan wisata pada libur Lebaran tahun ini. Evaluasi tersebut terjadi dengan adanya komplain dari sejumlah wisatawan terkait tarif di beberapa lokasi wisata yang mahal, baik harga tiket maupun kuliner.

"Padahal saya sudah mewanti-wanti pengelola wisata dan para pedagang kuliner untuk tidak ngepruk atau menaikkan tarif terlalu tinggi. Naik boleh asal wajar dan pantas. Sudah ada laporan beberapa yang masuk ke saya terkait adanya tarif yang ngepruk, makanya langsung kami tindak," ucap Sinung, Selasa (11/6/2019).

Warung Dadakan Mudik

Sinung menerangkan, kasus yang paling mencolok pada libur lebaran tahun ini adalah adanya salah satu pedagang kuliner yang menerapkan tarif terlalu tinggi pada konsumennya. Kepada pedagang itu, pihaknya sudah mengambil tindakan berupa peringatan dan edukasi.

"Sudah kita ingatkan dan diberikan edukasi. Bahkan kami mengatakan akan ada sanksi kalau nekat mengulanginya lagi. Ke depan kami akan komunikasi dengan sejumlah paguyuban kuliner di seluruh Indonesia untuk bisa bersama mendukung pariwisata di Jateng," tegas dia.

Sekadar diketahui, jumlah kunjungan wisatawan saat libur lebaran di Jawa Tengah tahun ini mengalami peningkatan. Di sejumlah daerah, peningkatan terjadi cukup signifikan.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini